Tampilkan postingan dengan label Kelinci Hias. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kelinci Hias. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 September 2023

Pemilihan jenis kelinci hias untuk budidaya

 

Budidaya kelinci hias
Pemilihan kelinci hias

Pemilihan jenis kelinci hias untuk budidaya dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti tujuan budidaya, perawatan yang dapat Anda berikan, dan preferensi pribadi. Berikut beberapa jenis kelinci hias yang populer:


1. Kelinci Mini Rex: Kelinci ini dikenal karena bulu pendek dan halus serta berbagai warna yang indah. Mereka memiliki temperamen yang baik dan cocok untuk pemula.


2. Kelinci Holland Lop: Kelinci ini mempunyai telinga yang menggantung, bentuk tubuh kompak, dan wajah yang lucu. Mereka ramah dan cocok untuk pemeliharaan dalam ruangan.


3. Kelinci Angora: Dikenal karena bulu panjang dan tebalnya, Angora membutuhkan perawatan ekstra untuk menjaga bulunya tetap bersih dan sehat.


4. Kelinci Netherland Dwarf: Kelinci ini sangat kecil dan imut, cocok untuk ruang terbatas. Mereka punya beragam warna dan karakter yang lucu.


5. Kelinci Lionhead: Lionhead dikenal karena "gembok" bulu di sekitar kepala mereka. Mereka ramah dan membutuhkan sedikit perawatan bulu ekstra.


6. Kelinci Flemish Giant: Jika Anda mencari kelinci besar, Flemish Giant bisa menjadi pilihan. Mereka adalah kelinci terbesar di dunia.


Pilih jenis kelinci yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan pastikan untuk memahami persyaratan perawatan mereka sebelum memulai budidaya. Selalu lakukan riset lebih lanjut dan konsultasi dengan peternak berpengalaman jika perlu.

Sabtu, 09 September 2023

Budidaya Kelinci Hias

 

Kelinci hias
Kelinci hias

Budidaya kelinci hias atau kelinci ras adalah kegiatan yang menyenangkan dan dapat menjadi hobi yang memuaskan. Berikut adalah langkah-langkah umum untuk memulai budidaya kelinci hias:


1. Pilih Jenis Kelinci: Ada banyak jenis kelinci hias dengan karakteristik yang berbeda. Pilih jenis yang sesuai dengan tujuan Anda, seperti kelinci ras yang populer atau jenis yang memiliki warna atau bulu yang menarik.


2. Siapkan Kandang yang Sesuai: Persiapkan kandang yang cukup besar untuk kelinci Anda. Pastikan kandang itu aman, bersih, dan nyaman.


3. Makanan dan Nutrisi: Berikan pakan berkualitas tinggi yang sesuai dengan jenis kelinci Anda. Kelinci hias memerlukan diet yang seimbang.


4. Perawatan Bulu: Jika Anda memiliki kelinci dengan bulu panjang, perawatan bulu yang rutin diperlukan untuk menjaga kesehatan bulu mereka.


5. Kesehatan dan Perawatan Veteriner: Rutin periksakan kelinci Anda ke dokter hewan untuk memastikan kesehatannya tetap baik.


6. Pelatihan dan Sosialisasi: Sosialisasikan kelinci Anda dengan manusia sejak dini, dan latih mereka agar menjadi hewan peliharaan yang ramah.


7. Pemasaran: Jika Anda berniat untuk menjual kelinci hias atau anak kelinci, pertimbangkan untuk memasarkannya melalui media sosial atau komunitas pecinta kelinci.


8. Klub atau Organisasi: Bergabung dengan klub atau organisasi pecinta kelinci dapat membantu Anda memperluas pengetahuan Anda dan terhubung dengan orang-orang yang memiliki minat serupa.


Ingatlah bahwa budidaya kelinci hias adalah hobi yang memerlukan waktu, perhatian, dan kasih sayang. Pastikan Anda siap untuk memberikan perawatan yang diperlukan sebelum memutuskan untuk memulai budidaya kelinci hias.

Minggu, 20 Agustus 2023

Tips Budidaya Kelinci Hias

Tips Budidaya Kelinci Hias
Tips Budidaya Kelinci Hias

Berikut beberapa tips untuk budidaya kelinci hias:


1. **Pemilihan Ras yang Tepat**: Pilihlah ras kelinci yang sesuai dengan tujuan Anda. Pastikan ras yang Anda pilih cocok untuk iklim dan lingkungan tempat tinggal Anda.


2. **Penyediaan Kandang yang Aman dan Nyaman**: Sediakan kandang yang cukup besar dan aman. Pastikan ada ruang untuk bergerak, bersantai, dan bermain. Kandang harus terlindungi dari cuaca ekstrem dan predator.


3. **Pemberian Makanan yang Tepat**: Berikan pakan berkualitas tinggi yang sesuai dengan jenis kelinci Anda. Porsi makanan dan jadwal pemberian makan perlu diatur dengan baik.


4. **Perawatan Gigi**: Gigi kelinci terus tumbuh sepanjang hidupnya. Pastikan memberikan makanan yang mengandung serat untuk membantu pengikisan gigi secara alami.


5. **Sosialisasi dan Perhatian**: Kelinci adalah hewan sosial. Luangkan waktu untuk bermain dan berinteraksi dengan mereka setiap hari.


6. **Perawatan Bulu**: Beberapa jenis kelinci membutuhkan perawatan khusus untuk menjaga bulu mereka tetap sehat. Sisir bulu secara teratur dan berikan mandi jika diperlukan.


7. **Perhatikan Kesehatan**: Amati tanda-tanda kesehatan kelinci, seperti perubahan perilaku, nafsu makan, dan gerakan. Segera konsultasikan dengan dokter hewan jika Anda melihat tanda-tanda yang mencurigakan.


8. **Pembiakan yang Bertanggung Jawab**: Jika Anda berencana untuk membiakkan kelinci, lakukanlah dengan bijak dan dengan memperhatikan kesejahteraan hewan.


9. **Kontrol Populasi**: Jika Anda tidak berencana untuk membiakkan kelinci, pertimbangkan sterilisasi untuk mengontrol populasi dan mencegah masalah kesehatan.


10. **Pengetahuan yang Terus Diperbaharui**: Teruslah belajar tentang kebutuhan dan perawatan kelinci. Informasi baru selalu muncul, dan penting untuk menjaga pengetahuan Anda tetap terbaru.


Pastikan Anda memahami sepenuhnya tanggung jawab budidaya kelinci hias sebelum memulai, karena mereka adalah makhluk hidup yang membutuhkan perhatian dan perawatan yang tepat.

Selasa, 05 Juli 2016

Jenis-jenis Kelinci Yang Aman Untuk Dipelihara

Halo sobat.. Siapa yang tidak mengenal hewan imut dan lucu ini? Kelinci hias ini sudah kita kenal saat masih kecil, mungkin saat kita masih duduk di bangku TK. Untuk lebih mengenal jenis-jenis kelinci yang tersebar di berbagai negera ini, saya ingin menulis artikel menarik untuk mengetahui secara tuntas hewan mamalia ini. Bagi sobat yang ingin mencari tahu jenis mana yang baik untuk jadi peliharaan, semoga sobat tertarik untuk memulangkan hewan ini ke rumah.



Menurut data dari berbagai sumber, saya menemukan bahwa kelinci merupakan hewan mamalia yang masuk dalam keluarga Leporidae. Kelinci dapat diklasifikasikan kedalam ordo Lagomorpha bedasarkan perjalanan hidupnya, dimana kelinci dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu Leporidae dan Ochotonidae. Didaratan tanah Afrika hingga wilayah eropa dulunya di kenal sebagai hewan liar, namun saat ini kelinci jadi hewan peliharaan yang lucu dan mudah dirawat dan sekarang sering disebut sebagai kelinci hias.




Mengetahui Jenis-jenis Kelinci Hias Untuk Dipelihara


Dilihat dari sejarah, kata kelinci berasal dari kata konijntje (bahasa Belanda yang diartikan sebagai kelinci). Orang-orang  Belanda ikut ambil peran dalam mengenalkan kelinci ke masyarakat Indonesia. Pada saat penjajahan orang-orang Belanda membawa kelinci sebagai hewan peliharaan. Memasuki tahun 1972 ditemukan satu jenis kelinci asal Indonesia, yaitu Nesolagus netscheri. Dan kelinci asli sumatera ini menjadi aset Indonesia pada dunia perkelincian. Untuk lebih mengetahui jenis-jenis kelinci, berikut daftarnya :



1. Kelinci Anggora






Kelinci Anggora





Saya rasa sudah tidak asing bagi sobat. Saya juga sudah pernah mempubilkasi artikel tentang kelinci anggora. Kelinci jenis ini berasal dari Ankra, Turki. Namanya sendiri berasal dari dari asal kelinci tersebut. Pada tahun 1723, anggora sudah dikenal oleh publik luar, kelinci ini juga dikenalkan di Perancis oleh pelaut Inggris.





Kelinci ini jadi kelinci hias yang banyak dicari oleh masyarakat indonesia. Harganya kelinci berbulu lembut ini berkisar antara Rp. 100,000 hingga Rp. 250,000 per ekornya untuk usia muda, dan harga anggora dewasa berkisar Rp. 250,000 hingga 2 juta. 





2. Kelinci Belanda





Kelinci Belanda





Kelinci yang sering disebut dengan kelinci dutch memiliki keunikan pada bulunya. Kelinci Belanda di kenal dengan bulunya dengan warna yang beragam meskipun bulunya cukup pendek. Warna kelinci Belanda di antaranya hitam-putih, abu-abu atau perpaduan dari dua warna tersebut. Untuk harganya berkisar Rp. 50k hingga Rp. 200k untuk anaknya yang berusia sekitar 1-3 bulan. Dan untuk yang dewasa biasanya dijual Rp. 200k hingga 2 juta. Jenis ini banyak diminati dari pada jenis kelinci hias lainnya. Bila anda ingin budidaya kelinci, kelinci hias ini sangat menguntungkan karena sekali melahirkan bisa mencapai 8 ekor loh sobat.





3. Kelinci Himalaya





Kelinci Himalaya





Mungkin sobat pernah mendengar nama kucing himalaya. Loh kok sama ya ? 


Nah sobat, kelinci himalaya memeliki beberapa dengan kucing, kemiripan dengan kucing terutama terletak pada bagian warna hidung, telinga, dan juga kaki. Bahkan kalau dilihat sekilas sobat bakalan mengira kelinci itu sebagai kucing. Keunikan kelinci ini terletak pada bagian bulu dan matanya yang berwarna merah. Dan dia lebih aktif di malam hari. Harga untuk yang berusia muda berkisar 50k hingga 150k dan 150k hingga 700k untuk yang dewasa. 





4. Kelinci Engglish Spot





Kelinci Engglish Spot




Kelinci hias dari inggris memiliki ciri khas pada warna bulunya, yaitu putih dan beberapa dot hitam. Kelinci yang berasal dari Inggris ini adalah hasil dari mutasi genetika dari beberapa jenis kelinci seperti anggora, himalaya, dutch dan english lop. Harga kelinci inggris ini dihargai sekitar 250k hingga 3 juta untuk usia dewasa dan 50k hingga 250k untuk usia muda atau anakan.





5. Kelinci Netherland Dwarf





Kelinci Netherland Dwarf





Saya sendiri sangat menyukai jenis ini. Kelinci ini sangat imut dan sangat mirip dengan boneka yang menggemaskan. Dengan tubuhnya yang mini dan memiliki muka yang bulat membuat lehernya tidak kelihatan. Beratnya pun berkisar dibawah 1 kg. Netherland Dwarf termasuk jenis kelinci yang diminati dan harganya juga terjangkau. Untuk yang usia lebih dari 3 bulan berkisar 300k hingga 1 juta.





6. Kelinci Flemish Giant





Kelinci Flemish Giant





Kelinci ini paling besar dibandingkan kelima kelinci di atas. Bahkan kelinci Flemish Giant masuk ke Guinness World of Records dengan mencatat jadi kelinci dengan berat 22,23 kg. Flemish Giant termasuk jenis kelinci pedaging dan dibudidaya oleh para ternak kelinci. Harganya mencapai 300k hingga 3 juta untuk yang berusia lebih dari 3 bulan.




Terimakasih telah membaca artikel tentang Jenis-jenis Kelinci Yang Aman Untuk Dipelihara, semoga bermanfaa.







Selasa, 19 Maret 2013

9 Jenis-jenis kelinci di Dunia Lucu dan Imut

Kelinci adalah hewan mamalia dari famili Leporidae, mereka banyak tersebar dari Afrika, Eropa, Asia, dan belahan bumi lainya. Tercatat ada lebih dari 72 jenis kelinci yang diketahui tersebar di hampir seluruh pelosok, dan sekiranya ada beberapa jenis yang sedang guming di indonesia sekarang ini, diantaranya :

1. KelinciAnggora



kelinci anggora diketahui berasal dari Ankara. Pada tahun 1700-an meraka terkenal di prancis dan mulai menyebar ke negara-negara eropa, seperti Inggris dan Jerman. Kelinci anggora memiliki ciri bulu yang tebal dan lembut diseliruh bagian permukaan tubuh nya. Pada umur dewasa mereka bisa mencapai berat 2,0 Kg - 4,0 Kg dan berumur 5-7 tahun tergantung jenis dari anggora iru sendiri. ada beberapajenis dari anggora, diantaranya anggora inggris, anggora prancis, giant (raksasa), dan satin.

2. Kelinci Lop



Kelinci lop memiliki ciri yang sangat khas, yaitu pada telinganya yang menggantung kebawah. Tidak seperti kelinci lain yang pada umumnya memiliki telinga tegak. Namun pada usia dini kelinci lop belum menunjukan telinganya yang koploh, hingga usia 2- 4 bulan baru bisa terlihat perubahan pada posisi telinga. Sekilas jenis ini seperti anjing, menarik, dan sangat lucu sehingga digemari banyak orang. 


3. Kelinci Flemish Giant



kebutuhan akan daging kelinci membuat kelinci jenis ini digemari dan diternakan secara besar karena ukurannya yang relatif lebih besar dari jenis kelinci lain. Jika tumbuh normal, berat minimal kelinci ini bisa mencapai berat 5-6 Kg, dan mereka masih bisa mencapai lebih dari itu, bahkan dilaporkan mencapai 13Kg.


4. Kelinci Rex



Kelinci rex memiliki khas pada bulunya yang lembut dan seperti beludru. Pertama kali rex ditemukan di Prancis dari keturunan liar pada tahun 1919. Mereka mulai dikenal saat dipublikasikan pada Paris International Rabbit Show pada tahun 1924. Dan tahun seteahnya rex mulai diimport ke Amerika Serikat dalam jumlah besar. Bulu mereka yang eksotis saat cukup komersil digunakan sebagai bahan baku jaket atau aksesoris pakaian danmencapai 8-10$ dolar per lembar sebelum diolah.


5. Kelinci Dutch






Kelinci jenis memiliki ciri khas pada pola warna bulunya. Seperti tampak pada gambar dibawah. Mereka termasuk jenis kelinci yang berukuran mini atau kerdil, berat induk dewasa hanya 1-2 kg. Walau demikian jenis kelinci ducth atau dikenal dengan kelinci belanda ini mendapat 10 peringkat kategori kelinci yang paling digemari oleh para peternak dan para pencinta hewan peliharaan.


6. Kelinci English Spot



Kelinci ini berasal dari inggris mereka mulai diternakan pada abad ke-19. Kelinci english spot memiliki garis hitam pada punggungnya, warna bulu hitam juga terlihat disekitar mata, hidung, dan telinga. Pada bagian perut terdapat bintik-bintik hitam. kelinci dewasa dapat memiliki berat 5-8 pound.


7. Kelinci Himalayan / Kelinci Rusia



Kelinci ini memiliki nama lain kelinci cina atau kelinci rusia. Kelinci himalayam berwarna putih diselingi dengan warna disekitar hidung, telinga, ekor, dan pada kaki setelah mereka beranjak dewasa dengan mata berwarna merah muda. Himalayan memiliki berat standar 2,5-4,5 kg, tubuhnya ramping dan seperti tabung saat berbaring. Di alam kelinci ini aktif pada malam hari dan tidur di siang hari.


8. Kelinci Lion



Mereka diketahui berasal dari belgia. Kelinci lion memiliki telinga yang pendek dan khas pada bulunya yang tumbung memanjang disekitar leher dan wajah seperti seekor singa dengan tubuh yang pendek dan bulat. Lion memiliki berat 2,5-3,5 kg.


9. Kelinci Satin



Jenis ini bersal dari Amerika Serikat, tubuhnya memiliki bobot 3,8 - 5,0 kg. Mereka memiliki ciri pada bulunya yang tebal dan jarak antar bulu begitu rapat, kepala agak bulat dan telinga tegak tidak begitu panjang.

Senin, 18 Maret 2013

Kelinci Hias


Rabu, 19 Desember 2012

Beragam Jenis Kelinci Hias


jenis kelinci hias


Kelinci
merupakan hewan peliharaan yang tak hanya populer di Indonesia tetapi
juga cukup diminati di seluruh dunia. Hewan mamalia ini memang memiliki
karakter yang menyenangkan baik itu tampilan fisik maupun
temperamentalnya yang jinak pada manusia jika diperlakukan dengan benar.
Secara umum, kelinci dipelihara karena dua hal yakni untuk diambil
daging maupun bulunya dan sebagai hewan peliharaan rumah. Berbeda tujuan
juga berbeda jenis kelinci yang dipelihara. Untuk tujuan pedaging
misalnya, peternak tentu akan jauh lebih untung jika memelihara kelinci
yang menghasilkan bobot lebih. Sementara itu, para hobis, cenderung
memilih kelinci yang tampilannya menarik tanpa memperhatikan berapa
bobot kelinci tersebut. Biasanya kelinci yang dipelihara para hobis ini
adalah jenis kelinci hias. Ada beragam varian kelinci hias ini. Semuanya mengandalkan tampilan yang menarik mata.



Kelinci Anggora Hingga Kelinci Lop




Jenis kelinci hias yang populer
dipelihata terutama di Indonesia, yang pertama adalah kelinci anggora.
Berdasarkan namanya, Anda pasti sudah bisa menebak asal dan tampilan
bulu kelinci yang satu ini. Ia berasal dari Kota Ankara Turki. Sama
seperti hewan yang menyandang nama”anggora”, kelinci yang satu ini juga
dipenuhi bulu lembut dan lebat yang menjadikan tampilannya semakin
menarik. Adapun jenis
kelinci yang satu ini antara lain English Angora Rabbit, French Angora
Rabbit, Satin Angora Rabbit dan Giant Angora Rabbit.


Read more »

Sabtu, 31 Maret 2012

Kelinci Ras Holland Lop


Kelinci Holland lop berasal dari peternak  kelinci Adrian de Cock yang menggabungkan kelinci lop Perancis dengan kelinci netherland dwarf menjadi jenis baru yang disebut Holland Lop. Oleh Aleck. B membawa ke Amerika tahun 1976 dan oleh ARBA diakui di tahun 1979. Varietas warna dari kelinci Holland Lop antara lain bervariasi dari Tort, Blue, Blue / Cream, Frosted Pearl, Chocolate, Lilac, Lilac Cream, Tort Broken, Broken Blue dan berbagai warna rusak dan beberapa warna lain yang tergantung dari silangan warnanya. Pada gambar adalah kelinci holland lop dengan varietas warna broken tort.

Jumat, 30 Maret 2012

Popularitas Holland Lop Rabbit


Kelinci jenis Holland lop merupakan kelinci kecil yang memiliki bobot sekitar satu koma delapan kilogram untuk yang senior. Memiliki struktur tulang yang baik walaupun penampilannya nampak gempal dan pendek. Di bagian telinga lebar (seperti lonceng bentuknya) dan menempel di kedua pipinya. Kelinci Holland lop merupakan kelinci yang cukup popular dikalanganpeternak kelinci hias dan memiliki varietas warna sekitar 20.

Rabu, 28 Maret 2012

American Fuzzy Lop Rabbits As Pets


Rabbits American Fuzzy Lop (AFL) has a small size which makes it ideal as a pet, such as angora rabbit fur rabbit AFL then require regular maintenance in order not matted fur coat owned real though not as soft as angora rabbit fur so in terms of easier maintenance. Various varieties of color is blue, broken, brown, chinchilla, lynx, opal, squirrel, blue-eyed white ( BEW ) white or red eye (REW), violet, weasels etc. conjoined.

Jumat, 29 April 2011

Tips dan Trik Merawat Bayi Kelinci Hias atau Pedaging Tanpa Induk

Induk kelinci tidak terus-menerus bersama bayinya seperti induk karnivora. Induk kelinci menyusui bayinya hanya dua kali per hari, dan kemudian meninggalkan mereka sendirian. Ini normal dan alamiah. Di alam liar, jika induk kelinci tidak dalam proses memberi makan maka akan jauh dari sarang mungkin untuk menghindari predator untuk menarik bayi-bayinya.
kitsemingguJika induk kelinci tampak “mengabaikan”-nya seperti sampah sembarangan, bukan berarti anda boleh ikut campur. Jika perut bayi bulat dan penuh, mereka hangat, kulit mereka yang sehat, merah muda gelap, dan tidak terlalu keriput, dan mereka tidur dengan tenang di dalam sarang, berarti ibunya menyusui mereka. Jika bayi sangat kusut, dingin, berwarna kebiru-biruan, telah menyusut perut, dan mungkin bahkan merangkak mencari indukya, maka Anda mungkin harus turun tangan.
Sebelum memegang bayi kelinci, cuci tangan dengan baik dengan disinfektan sabun dan air panas. Tangan anda penuh dengan bakteri, tidak peduli seberapa bersih mereka mungkin terlihat, dan ini dapat membahayakan sistem kekebalan tubuh bayi-bayi yang belum cukup dewasa untuk mengendalikan pertumbuhan bakteri. Setelah bersih, gosok tangan Anda dengan sedikit jerami dan bulu induknya untuk bau tangan Anda.
Jika induk kelinci itu sehat dan aktif, bayi diletakkan di kotak sarang yang aman di tempat yang mudah diakses-nya. Kotak harus cukup dangkal untuk mama melompat masuk tanpa menginjak anak-anaknya, tapi terlalu tinggi untuk bayi untuk merangkak keluar. Pastikan induk melihat bayi di sarang dan dapat dengan mudah bergabung dengan mereka. Tempatkan kotak dan mama di tempat yang tenang, tempat menyendiri yang bersih dan biarkan ia berkenalan dengan lingkungan dan keluarganya lokasi.
Jika induk telah pisah dari bayi selama lebih dari 24 jam, dan menolak untuk memberi makan mereka, Anda dapat mencoba secara lembut, tapi tegas memeluknya atas bayi sampai mereka bisa mendapatkan makan. Membelai induk, berbicara dengan lembut dan mencintainya, membuatnya merasa aman. Setelah makan pertama, Anda mungkin akan tidak perlu melakukan ini lagi. Dia akan mengurus bayi sendiri.
Jika induk kelinci sakit, mati, atau menunjukkan agresi terhadap anak-anaknya, Anda mungkin harus menyingkirkan mereka dan memberi mereka makan tanpa bantuannya. Sebelum Anda mengambil tugas berat ini, pertimbangkan hal berikut:
Apakah bayi mendapat air susu ibu? Jika tidak, Anda akan harus menyediakan bayi dengan khusus, immunoglobin-kaya zat yang disebut kolostrum. Untuk beberapa hari pertama menyusui, seorang ibu mamalia menghasilkan kolostrum, yang mengandung antibodi yang membantu menghancurkan bakteri asing. Tanpa kolostrum “starter”, bayi memiliki kemungkinan hidup yang lebih rendah.
Kits 005
Jika bayi benar-benar anak yatim atau telah ditinggalkan oleh induk mereka, berikut adalah sebuah protokol yang sudah berhasil untuk kami.
1. Menjaga bayi dalam hangat (sekitar 75 – 78 Fahrenheit), tempat yang tenang di sebuah sarang yang mirip dengan yang dijelaskan di atas. (lapisan bulu adalah yang terbaik, tapi gumpalan kapas bersih akan lakukan sebagai pengganti. Hanya pastikan bahwa bayi tidak terjerat di dalamnya.) Jangan menggunakan bantal pemanas listrik. Dua atau lebih bayi biasanya bisa merapat satu sama lain dan tetap hangat jika mereka memiliki sarang yang baik dan empuk. Jika hanya ada satu bayi, botol air hangat yang dibungkus dengan handuk yang lembut dapat memberikan sumber panas buatan yang sangat baik, tetapi pastikan bayi dapat merangkak menjauh dari botol jika terasa terlalu hangat.
2. Kotak sarang harus berada di permukaan tanah, di sebuah ruangan di mana anak-anak kecil dan hewan peliharaan tidak diperbolehkan (setidaknya sampai bayi makan makanan padat dan keluar dari sarang). Selama beberapa hari pertama, menjaga ruangan relatif remang-remang dan tenang.
Resep Susu bayi kelinci
kambing susu segar – 1 / 2 cangkir
Kmr (Kitten Milk Replacer oleh PetAg) – 1 / 2 cangkir
lyophilized (beku kering) kolostrum – isi 10 kapsul, atau 1-1,5 sendok makan
heavy cream – 3 cc (yang cc sama dengan satu ml, atau mililiter), setara dengan sekitar 1 / 2 sendok teh
Campur semua bahan bersama-sama dalam sebuah wadah, dan kocok sampai kolostrum bercampur. Sebaiknya untuk mencampur ini beberapa jam sebelumnya sehingga kolostrum memiliki waktu untuk melunakkan.
Panaskan susu buatan sekitar 105 Fahrenheit. Dan tetap hangat dalam bak air saat Anda memberi makan bayi kelinci. Mereka umumnya lebih bersemangat untuk menerima formula hangat.
Prosedur Pemberian Pakan
Yang paling penting adalah untuk menghindari aspirasi (pengisapan) formula oleh bayi. Setetes kecil formula di paru-paru bisa menyebabkan radang paru-paru fatal dalam beberapa jam.
1. Menyucihamakan semua jarum suntik, botol, dan puting seperti petunjuk pada kantong desinfektan.
2. Duduk atau berbaring di lantai untuk memberi makan kelinci, menggunakan handuk sebagai bantal saat beri makan bayi. Bayi dapat melompat tiba-tiba dan tak terduga, karenanya Anda harus berada di lantai sehingga mereka tidak terlemparkan dari kursi atau meja dan melukai diri sendiri.
3. Pegang bayi horisontal di satu tangan, dan botol / tabung suntik yang lain. Jika Anda membungkus botol dalam handuk kecil atau kapas, lipat menjadi tirai di tangan Anda dengan puting menonjol keluar, bayi akan dapat “mendayung” dengan kaki depan, karena dia seakan di dada ibunya.
4. Bayi sering menolak pemberian makan pada awalnya, dan Anda harus mengatasi godaan untuk memaksa. Jika bayi meludah keluar dari puting, maka cukup basahi bibir bayi dengan setetes susu formula hangat jadi dia akan menjilatinya. Begitu dia menelan, ulangi prosedur berulang-ulang.
5. Jangan terlalu banyak memasukkan formula ke mulut bayi kelinci. Lebih baik untuk hati-hati daripada bayi harus tersedak susu!
6. Bayi kelinci mungkin kehilangan nafsu menyusu hanya satu atau dua hari. Jika bayi meraih puting dan mulai menyusu, biarkan dia melakukannya tanpa menambah tekanan apapun sendiri. Jangan meremas botol menyusui atau memberikan tekanan pada jarum suntik itu. Bayi harus dapat menyusui dengan kekuatan yang cukup untuk mengosongkan botol atau jarum suntik tanpa bantuan dari Anda. Jika Anda memberikan kekuatan tambahan, mungkin tanpa sengaja aliran susu datang terlalu cepat!
7. DALAM KASUS TINDAKAN ASPIRASI. Kami berharap hal ini tidak terjadi, tetapi jika aspirasi formula bayi, dapat benar-benar menghambat jalan napas dan menyebabkan bayi pingsan. Ini tidak harus menjadi hukuman mati, tapi manuver “Bunny Heimlich” berikut adalah satu-satunya harapan untuk menyelamatkan si kecil. Dan itu menakutkan.
Pegang bayi cukup kuat antara telapak tangan, satu di setiap sisi kelinci menstabilkan leher bagian belakang dan kuat sehingga mereka tidak bergerak sama sekali, mengangkat bayi di atas kepala, jadi hidungnya mengarah menuju ke angkasa. Gerakan ke bawah (tidak terlalu cepat!), ayunan bayi ke bawah menuju kaki Anda, (sangat berhati-hati untuk tidak datang terlalu dekat ke lantai!)
Ulangi prosedur dua atau tiga kali, seperti yang diperlukan. Berat dari organ bayi menekan diafragma ketika Anda mengayun ke bawah cukup memberikan tekanan untuk mengeluarkan udara dari paru-paru, serta susu yang memblokir jalan napas.
Setelah Anda merasa bayi mulai bergerak, hentikan segera manuver.
Konsultasikan dengan dokter hewan anda mengenai perlukah atau tidak untuk menempatkan bayi di profilaksis antibiotik untuk mencegah aspirasi pneumonia.
8. Sampai mereka membuka mata mereka (pada sekitar usia 10-12 hari), tangani bayi sesedikit mungkin ketika Anda tidak memberi makan / perawatan.
Berapa banyak memberi makan?
Informasi berikut mengenai kuantitas menyusui dari House Rabbit Society FAQ Orphaned Baby Feeding Rabbits, yang merupakan sumber bagus informasi tambahan mengenai topik ini.
Baru lahir untuk Satu Minggu:
dua – dua setengah cc / ml tiap-tiap makan (dua makan per hari).
CATATAN: Banyak bayi mamalia tidak dapat buang air kecil / buang air besar sendiri. Bayi kelinci akan memerlukan rangsangan perawatan ibu lidah pada perut mereka dan ano-genital daerah dalam rangka untuk melepaskan aliran air seni dan buang air besar. Untungnya, Anda tidak harus menggunakan lidah Anda.
Gunakan cottonball (atau bahkan yang sangat bersih dan didesinfeksi ujung jari) dibasahi dengan air hangat, dan dengan lembut tekan / gosok daerah urogenital sampai Anda merasakan otot-otot perut bayi yang tegang dan mendapatkan aliran pipis yang hangat! (Sekarang Anda mengerti mengapa kami menyarankan Anda menggunakan handuk di pangkuan Anda.) Agar bisa buang air kecil mungkin memerlukan waktu 15-20 detik rangsangan, atau bahkan lebih. Banyak sumber menyarankan melakukan ini sebelum menyusui, dan jika bekerja – baik. Namun, kadang-kadang rangsangan dari perut kenyang membuat ini lebih mudah. Jika bayi tidak buang air kecil sebelum menyusui, coba lagi setelah menyusui, dan Anda mungkin akan mendapatkan respon yang baik.
Kegagalan untuk merangsang bayi untuk buang air kecil / buang air besar dapat berakibat kematian bayi (kandung kemih dapat benar-benar pecah jika tidak dirangsang untuk kosong!), Jadi pastikan Anda melakukan prosedur ini dengan rajin, lembut, dan sabar! Mungkin diperlukan beberapa minggu sebelum bayi mampu buang air kecil dan buang air besar sendiri. Perhatikan tanda-tanda kemerahan / iritasi di sekitar dubur dan uretrhal, yang menunjukkan Anda terlalu keras merangsang. Kurangi tekanan, dan pakai calendula salep (tersedia di toko-toko makanan kesehatan) untuk menyembuhkan iritasi.
Jika kotoran keluar cair atau “kotor”, ini adalah tanda yang berpotensi masalah serius. Konsultasikan dengan dokter hewan berpengalaman tentang tanda pertama diare, karena hal ini dapat berakibat fatal hanya dalam beberapa jam bagi bayi kelinci.
Satu sampai dua minggu:
5-7 cc / ml tiap-tiap makan (dua makan per hari). Jumlah akan tergantung pada kelinci, dan mungkin banyak KURANG jika bayi kecil.
CATATAN: Jangan membiarkan bayi kelinci meloloh di posisi duduk! Sekali bayi belajar, ia dapat menyusui begitu cepat bahwa itu mungkin baginya menelan volume terlalu besar untuk perut kecilnya. Meskipun tidak mungkin perut pecah, peregangan terlalu kencang dapat menyebabkan rasa sakit, gas, dan membuat bayi sakit. Lebih baik kurang memberi makanan sedikit daripada memberi makanan yg berlebihan. Jika ragu, biarkan bayi beristirahat selama sekitar satu menit setelah menyusui, kemudian menawarkan puting lagi. Ini memberikan waktu untuk peregangan reseptor untuk merespon dan membiarkan bayi tahu dia benar-benar penuh.
Dua sampai tiga minggu:
7-13 cc / ml tiap pemberian makan. Kelinci ‘mata terbuka sekitar 10 hari usia. Mulai memperkenalkan mereka pada timothy dan oat jerami, pelet dan air dalam piring dangkal.
Tiga sampai enam minggu: 13-15 cc / ml tiap pemberian makan. Seperti biasa, kuantitas dapat dikurangi tergantung pada ukuran kelinci.
CATATAN: Pada usia sekitar tiga minggu, bayi akan mulai untuk bereksperimen dengan makanan padat. Tidak hanya penting untuk terus memperkaya formula dengan kolostrum, tetapi pada tahap ini saatnya untuk memberi mereka dengan tanaman yang sehat, bebas parasit kelinci dewasa.
Menyapih
Bayi kelinci bayi akan mulai menggigit pada pellet dan makanan padat pada usia dua hingga tiga minggu, tapi ini bukan berarti mereka siap untuk disapih. Pada kenyataannya, Anda harus terus meningkatkan formula makan yang mengandung kolostrum untuk membantu mengendalikan pertumbuhan patogen yang berpotensi membahayakan dan juga sebagai memperkenalkan bayi kelinci atas bakteri baru ke dalam sistem mereka.
BabyAngora01
Jika bayi masih menginginkan untuk menyusui pada usia enam – delapan minggu, Anda dapat mulai untuk mencairkan formula dengan air minum yang bersih. Mulailah dengan 25% air hingga 75% susu formula, dan secara bertahap mengurangi persentase susu sampai bayi kehilangan minat. Ini kurang traumatis bagi Anda dan secara bertahap menyapih bayi mereka dengan cara ini.

Rabu, 16 Maret 2011

Bangsa-Bangsa Kelinci

Kelinci lokal. Di Indonesia sendiri khususnya di Jawa, kelinci konon dibawa oleh orang-orang Belanda sebagai ternak hias mulai sekitar tahun 1835. Keberadaan kelinci di Indonesia sempat tidak jelas sejak kedatangan Jepang tahun 1942. Kemudian berlanjut dengan zaman revolusi kemerdekaan sampai tahun 1950-an. Catatan yang ada hanya menjelaskan tentang keberadaan kelinci yang tidak punah pada zaman itu karena ternyata banyak dikembangbiakkan oleh para peternak di daerah pegunungan yang relatif aman dari pertempuran. Selanjutnya baru pada tahun 1980-an pemeliharaan kelinci sebagai sumber daging mulai digalakkan pemerintah dengan tujuan pemenuhan peningkatan gizi masyarakat. Namun pola pengembangan tersebut tidaklah berjalan mulus. Hal tersebut terjadi karena hanya sebagian kecil peternak kelinci yang bertujuan untuk berdagang dan sisanya hanya untuk kesenangan saja.

Kelinci Angora English. Kelinci angora berat badannya baik yang jantan maupun yang betina 2,7 kg atau lebih.Kelinci dipelihara sebagai penghasil wool dan sebagai pet (binatang kesayangan). Wool angora tumbuh panjang kira-kira 6-8,5 cm setiap 3 bulan atau 2,5 tiap bulan (Nugroho, 1982).

Kelinci anggora
Kelinci Anggora


Anggora Prancis. Wool yang dihasilkan dari kelinci ini hamper sama dari wool Anggora Inggris hanya lembut dan pendek. Akan tetapi hasil keseluruhan tiap tubuhnya lebih banyak (Nugroho, 1982).

New Zealand. Kelinci berasal dari Amerika, berwarna merah atau hitam, mata berwarna merah muda, bulu padat, berat dewasa sekitar 4-5 kg. merupakan tipe kelinci pedaging, cepat dewasa, anak cepat sapih, dan puncak produksinya sekitar 3 tahun (Nugroho, 1982).

Kelinci new zealand
Kelinci New Zealand


Californian. Berasal dari Amerika, bulu berwarna putih, telinga, kaki, dan moncong berwarna hitam. Berat kelinci dewasa sekitar 43,5 kg. kelinci ini mudah beradaptasi, merupakan tipe pedaging dan hias, cepat tumbuh dan saying pada anak-anaknya (Nugroho, 1982).

Lop. Kelinci ini berwarna hitam, kuning, coklat, bercak-bercak putih, telinga tegak. Berat dewasa 4,5 kg dan air susu berlimpah, merupakan tipe pedaging dan hias (Nugroho, 1982).

Kelinci holand lop
Kelinci Holand Lop


Flamish Giant. Kelinci ini berwarna putih,kuning, coklat, abu-abu atau hitam. Berat dewasa 6,5 kg dan leher sering bergelambir (Nugroho, 1982).

Dwarf Lop. Adalah kelinci kerdil, berasal dari Lop Perancis yang disilangkan dengan Dwarf. Berasal dari Belanda, berat kelinci ini 1,5-1,8 kg (Nugroho, 1982).

Selasa, 15 Maret 2011

Kelinci lokal

Di Indonesia sendiri khususnya di Jawa, kelinci konon dibawa oleh orang-orang Belanda sebagai ternak hias mulai sekitar tahun 1835. Keberadaan kelinci di Indonesia sempat tidak jelas sejak kedatangan Jepang tahun 1942. Kemudian berlanjut dengan zaman revolusi kemerdekaan sampai tahun 1950-an. Catatan yang ada hanya menjelaskan tentang keberadaan kelinci yang tidak punah pada zaman itu karena ternyata banyak dikembangbiakkan oleh para peternak di daerah pegunungan yang relatif aman dari pertempuran. Selanjutnya baru pada tahun 1980-an pemeliharaan kelinci sebagai sumber daging mulai digalakkan pemerintah dengan tujuan pemenuhan peningkatan gizi masyarakat. Namun pola pengembangan tersebut tidaklah berjalan mulus. Hal tersebut terjadi karena hanya sebagian kecil peternak kelinci yang bertujuan untuk berdagang dan sisanya hanya untuk kesenangan saja.

Sabtu, 05 September 2009

Himalayan Rabbit


Mungkin dari namanya orang2 akan mengira bahwa kelinci ini berasal dari Pegunungan Himalaya, tapi sebenarnya tidak ada yang tahu pasti dari mana kelinci ini berasal. Memang, di Indonesia dan sebagian besar negara di dunia mengenalnya dengan nama himalayan, namun tidak di sebagian negara lainnya. Di sebagian negara ini menyebutnya dengan nama The Russian, The Chinese, The Egyptian, The Black Nose, dll. Hal ini sangat wajar sekali, karena kelinci jenis ini memang salah satu jenis kelinci tertua dan penyebarannya yang lebih luas dari jenis kelinci lain di dunia. Namun uniknya, walaupun kelinci ini menyebar hampir ke seluruh dunia, faktanya himalayan adalah salah satu jenis terlangka. Dan jenis ini juga bukan dari hasil persilangan dan tidak bisa disilangkan. Inilah yang menyebabkan harga kelinci ini lumayan tinggi di pasaran. Kelinci ini sangat mudah dikenali dari ciri2nya yaitu warna hitam di hidung, telinga, ekor, serta kaki dan tubuhnya berwarna putih salju serta matanya berwarna mad pink. Namun selain warna hitam ada juga variasi warna lain yaitu biru, coklat, dan ungu. Himalayan merupakan jenis kelinci kecil dan sangat bersahabat, sehingga cocok untuk dihadiahkan kepada anak2. Berat dari jenis kelinci ini adalah 1,13kg - 2,27kg, namun idealnya adalah 1,5kg.

Lionhead Rabbit

Lionhead (dobel gen mane)

Lionhead (single gen mane)

Jenis Swiss Fox

Pernahkah anda ke pasar hewan dan melihat kelinci dengan bulu yang lebat hanya di sekitar muka dan tengkuknya saja? Ya, kelinci ini adalah jenis lyon/lion, atau setidaknya itulah yang dikatakan para penjualnya. Memang di Indonesia gampang sekali kita menemukan kelinci jenis lion (atau katanya jenis lion). Para peternak di beberapa sentra pertenakan kelinci mengatakan bahwa kelinci ini merupakan hasil silangan dari kelinci anggora dengan kelinci berbulu pendek (bisa jenis apa saja). Dan dalam sebuah buku tentang peternakan kelinci dikatakan kalau kelinci ini merupakan kelinci anggora yang tidak jadi. Mungkin kedua teori tadi adalah yang paling banyak diyakini oleh kalangan peternak kelinci di Indonesia. Namun sebenarnya sejarah dari kelinci ini awalnya bermula di Belgia pada th.1900-an. Ada teori yang mengatakan bahwa kelinci ini adalah hasil persilangan dari Swiss Fox dengan Belgian Dwarf, dan selanjutnya disilangkan lagi dengan jenis Jersey Wooly. Teori yang lain mengatakan bahwa kelinci jenis ini tidak ada hubungannya dengan persilangan, melainkan murni dari hasil mutasi gen dari kelinci jenis Dwarf Anggora / Jersey Wooly. Secara umum ciri2 standar dari kelinci jenis ini adalah :
  • Kepala tebal dengan muka sedikit pesek dan leher tidak boleh terlihat.
  • Telinga agak pendek ( tidak boleh melewati 3,5 inch) dan berdiri tegak.
  • Panjang kaki dan tulang medium sesuai dengan tubuh.
  • Bulu lebat dan halus yang tumbuh memanjang memutari telinga hingga ke bawah dagu.
  • Berat tubuh untuk yang dewasa tidak lebih dari 1,8 kg, idealnya 1,75 kg.
Jadi cobalah anda cocokan kelinci lion anda dengan ciri2 yang saya sebutkan diatas, apa sudah sesuai dan benar2 jenis lionhead. Atau ternyata anda telah membeli kelinci yang 'katanya' lionhead oleh sang penjual.