Senin, 14 Mei 2012

KELINCI








Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
























?Kelinci
Oryctolagus cuniculus Tasmania 2.jpg
Klasifikasi ilmiah


























Kerajaan:Animalia
Superfilum:Chordata
Filum:Vertebrata
Kelas:Mammalia
Ordo:Lagomorpha
Famili:Leporidae

sebagian

Genera



Kelinci adalah hewan mamalia dari famili Leporidae, yang dapat ditemukan di banyak bagian bumi. Dulunya, hewan ini adalah hewan liar yang hidup di Afrika hingga ke daratan Eropa. Pada perkembangannya, tahun 1912, kelinci diklasifikasikan dalam ordo Lagomorpha. Ordo ini dibedakan menjadi dua famili, yakni Ochtonidae (jenis pika yang pandai bersiul) dan Leporidae (termasuk di dalamnya jenis kelinci dan terwelu).[1] Asal kata kelinci berasal dari bahasa Belanda, yaitu konijntje
yang berarti "anak kelinci". Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat
Nusantara mula mengenali kelinci saat masa kolonial, padahal di Pulau Sumatera ada satu spesies asli kelinci sumatera ( Nesolagus netscheri ) yang baru ditemukan pada tahun 1972.





Indonesia banyak terdapat kelinci lokal, akni jenis Kelinci jawa (Lepus negricollis) dan Kelinci Sumatera (Nesolagus netseherischlgel). Kelinci jawa, diperkirakan masih ada di hutan-hutan sekitar wilayah Jawa Bara''''''Teks tebal''''''t. Warna bulunya cokelat
perunggu kehitaman. Ekornya berwarna jingga dengan ujungnya yang hitam.
Berat Kelinci jawa dewasa bisa mencapai 4 kg. Sedangkan Kelinci
umatera, merupakan satu-satunya ras kelinci yang asli Indonesia.[2] Habitatnya adalah hutan di pegunungan Pulau .





Secara umum, kelinci terbagi menjadi dua jenis. Pertama, kelinci bebas. Kedua, kelinci peliharaan. Yang termasuk dalam kategori kelinci bebas adalah terwelu (Lepus curpaeums) dan kelinci liar (Oryctolagus cuniculus).





Dilihat dari jenis bulunya, kelinci ini terdiri dari jenis berbulu
pendek dan panjang dengan warna yang agak kekuningan. Ketika musim
dingin, warna kekuningan berubah menjadi kelabu.





Menurut rasnya, kelinci terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya
Angora, Lyon, American Chinchilla, Dutch, English Spot, Himalayan, dan
lain-lain. Khusus Lyon sebenarnya adalah hasil dari persilangan luar
antara Angora dengan ras lainnya. Namun di kalangan peternak kelinci
hias, hasil persilangan itu disebut sebagai Lyon atau Angora
jadi-jadian.





DiSumatera.
Panjang badannya mencapai 40 cm. Warna bulunya kelabu cokelat
kekuningan. Yang termasuk dalam kategori kelinci bebas adalah terwelu (Lepus curpaeums) dan kelinci liar (Oryctolagus cuniculus).





Dilihat dari jenis bulunya, kelinci ini terdiri dari jenis berbulu
pendek dan panjang dengan warna yang agak kekuningan. Ketika musim
dingin, warna kekuningan berubah menjadi kelabu.





Menurut rasnya, kelinci terbagi menjadi beberapa jenis, di antaranya
Angora, Lyon, American Chinchilla, Dutch, English Spot, Himalayan, dan
lain-lain. Khusus Lyon sebenarnya adalah hasil dari persilangan luar
antara Angora dengan ras lainnya. Namun di kalangan peternak kelinci
hias, hasil persilangan itu disebut sebagai Lyon atau Angora
jadi-jadian.










Data biologis










Bayi kelinci di dalam kandang.




  • Masa hidup: 5 - 10 tahun

  • Masa produksi: 1 - 3 tahun

  • Masa bunting : 28-35 hari (rata-rata 29 - 31 hari)

  • Masa penyapihan : 6-8 minggu

  • Umur dewasa: 4-10 bulan

  • Umur dikawinkan: 6-12 bulan

  • Masa perkawinan setelah beranak (calving interval): 1 minggu setelah anak disapih.[rujukan?]

  • Siklus kelamin : Poliestrus dalam setahun bisa 5 kali bunting

  • Siklus berahi: Sekitar 2 minggu

  • Periode estrus : 11 - 15 hari

  • Ovulasi: Terjadi pada hari kawin (9 - 13 jam kemudian)

  • Fertilitas: 1 - 2 jam sesudah kawin

  • Jumlah kelahiran: 4- 10 ekor (rata-rata 6 - 8)

  • Volume darah: 40 ml/kg berat badan

  • Bobot dewasa: Sangat bervariasi, tergantung pada ras, jenis kelamin, dan faktor pemeliharaan.[rujukan?]




Kelinci di Indonesia



Dari catatan sejarah, kelinci pertama kali dibawa ke tanah Jawa oleh orang-orang dari Belanda pada tahun 1835. Waktu itu, kelinci sudah jadi ternak hias. Di Indonesia, peternakan kelinci dibagi dua yaitu peternakan daging dan hias.


  1. Masa hidup: 5 - 10 tahun

  2. Masa produksi: 1 - 3 tahun

  3. Masa bunting : 28-35 hari (rata-rata 29 - 31 hari)

  4. Masa penyapihan : 6-8 minggu

  5. Umur dewasa: 4-10 bulan

  6. Umur dikawinkan: 6-12 bulan

  7. Masa perkawinan setelah beranak (calving interval): 1 minggu setelah Anak disapih.[rujukan?]

  8. Siklus kelamin : Poliestrus dalam setahun bisa 5 kali bunting

  9. Siklus berahi: Sekitar 2 minggu

  10. Periode estrus : 11 - 15 hari

  11. Ovulasi: Terjadi pada hari kawin (9 - 13 jam kemudian)

  12. Fertilitas: 1 - 2 jam sesudah kawin

  13. Jumlah kelahiran: 4- 10 ekor (rata-rata 6 - 8)

  14. Volume darah: 40 ml/kg berat badan

  15. Bobot dewasa: Sangat bervariasi, tergantung pada ras, jenis kelamin, dan faktor pemeliharaan.



Kelinci di Indonesia, khususnya pulau Jawa,banyak diternakkan secara komersial oleh para peternak kelinci di Lembang,
dimana kelinci hias menjadi primadona para peternak. Sisa kelinci yang
tidak termasuk kategori hias, akan mereka jual sebagai kelinci pedaging,
dimana Lembang juga merupakan konsumen daging kelinci yang cukup besar dengan mengedepankan sate kelinci sebagai komoditas utama. Selain di Lembang, sate kelinci dapat pula dijumpai di daerah Sumedang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar