Senin, 07 Maret 2011

Apa makanan padat tradisional untuk kelinci?

1). Bekatul (padi). 2). Ampas tahu. 3) Atau campuran bekatul-ampas tahu. 4). Ubi jalar (putih)
Pada setiap pakan memang sering ada problem pada selera. Hal ini wajar saja sebab tak semua makanan enak bagi lidah. Solusi yang tidak beresiko adalah dengan memberikan campuran dengan gula jawa. Kita tahu, gula jawa tidak beresiko sebagaimana gula pasir/batu bagi kelinci.Gula jawa juga menambah energi. Tetapi harus diingat pula campurannya sedikit saja. Pada bekatul cara pemberiannya seperti biasa. Bekatul dikucuri air panas (supaya bakteri/kuman jahat pada mati).
Pada air panas itulah remukan gula jawa diaduk sampai cair. Sedikit saja. Sebab rasa manisnya cukup kuat dan menarik selera makan kelinci. Kalau sudah tidak panas baru berikan makan. Saat mengaduk, baik itu bekatul maupun ampas tahu mestinya tidak memakai tangan kosong, melainkan pakai sendok atau kayu supaya kalau tidak termakan habis ampas tahu dan bekatul tidak membusuk. Ingat, tangan manusia banyak bakteri. Bukan soal bahaya bakterinya, tetapi soal pembusukannya. Sekian dulu panduan praktisnya. Tulisan ini terinspirasi dari buku Kelinci Domestik, perawatan dan pengobatan. Salam sukses KKI. Harnita-bogor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar