Senin, 25 Maret 2013

Langkah Awal Keberhasilan Pemeliharaan Kelinci

Apa saja yang harus diperhatikan sebelum memelihara kelinci? Mengapa kelinci peliharaan sering mengalami kematian tanpa alasan yang jelas? Mengapa anak kelinci terus menerus mengalami kematian pada usia dini? Pertanyaan-pertanyaan ini adalah sebagian kecil dari pertanyaan yang sering timbul dalam usaha pemeliharaan kelinci dan masih banyak lagi pertanyaan lain yang dapat kita temui yang mungkin sampai sekarang masih banyak diantara para pecinta kelinci belum menemukan jawabannya dengan pasti. Sebagaimana layaknya hewan peliharaan lainnya kelinci juga membutuhkan perhatian dari pemiliknya. Dalam tulisan ini ada beberapa hal yang menurut saya perlu di ketahui dan di pahami terlebih dahulu sebelum anda memutuskan untuk memelihara kelinci sebagai hewan peliharaan. Beberapa hal yang saya jabarkan berikut saya rasa cukup sebagai awalan yang baik jika anda ingin sukses memelihara kelinci baik untuk skala besar maupun hanya sebagai hewan klangenan (kesayangan). 

1. Sikap Mental 
Sikap mental pemelihara jauh lebih penting dibandingkan faktor lain yang dibutuhkan dalam memelihara kelinci baik untuk peternakan maupun untuk sekedar hobby. Jika ingin memelihara kelinci (termasuk juga hewan lainnya) maka seorang peternak perlu memiliki sifat berikut: 
a. Penyayang
 
Sifat ini mutlak di miliki oleh peternak terutama sekali jika anda yang berhubungan langsung dengan pemeliharaan. Kasih sayang yang dimaksud disini adalah kesediaan dan kerelaan untuk menjadikan kelinci sebagai bagian dari ”hidup”, dikatakan demikian karena kelinci tergolong hewan yang mampu hidup tahunan. Karenanya sepanjang hidupnya itulah peternak harus memberikan perhatian dan kasih sayang yang baik pada hewan peliharaannya. Dengan perhatian dan kasih sayang maka peternak biasanya lebih ”peka” untuk mengetahui apa yang di butuhkan kelinci peliharaannya, sehingga hampir dapat dipastikan kelinci peliharaan mereka dapat berkembang dengan baik. 
b. Pembersih
 
Perlu diketahui bersama bahwa kelinci termasuk hewan yang sangat peka dengan kebersihan, berdasarkan pengalaman penulis diperkirakan 80 % penyakit kelinci disebabkan karena kondisi kandang yang kotor. Hampir dapat dipastikan kelinci peliharaan tidak akan bertahan lama jika kandang pemeliharaan jauh dari kesan bersih (Pada tulisan yang lain saya akan coba membantu menjabarkan secara khusus pengalaman penulis mengenai ”Kandang Sehat” untuk Kelinci. 
c. Konsisten
 
Kelemahan rata-rata masyarakat kita adalah sulit menjaga konsistensi dalam hampir segala hal, dan cenderung untuk menurunkan standard yang telah di tetapkan sejak awal. Kebanyakan peternak (termasuk pemelihara kelinci dalam jumlah sedikit) sangat getol memelihara kelinci pada awal pemeliharaan, dan sayangnya kebanyakan juga tidak bisa mempertahankan konsistensi ini. Ketika masuk pada tahun kedua atau ketiga bahkan kegetolan memelihara kelinci ini hanya bertahan beberapa bulan saja karena alasan bosan, capek dan alasan lain yang dipergunakan sebagai pembenaran. 
d. Mau belajar.
 
Pemeliharaan kelinci memaksa kita untuk belajar lebih banyak mengenai teknik-teknik pemeliharaan yang baik. Buku dan berbagi pengalaman dengan sesama peternak adalah cara-cara yang paling efektif untuk meningkatkan pengetahuan kita memelihara kelinci.Terkadang pengalaman praktis sangat membantu mengatasi kendala dalam pemeliharaan kelinci, namun jika kurang didasari oleh pengetahuan teoritis tentunya juga akan berakibat kurang baik bagi hewan peliharaan kita. Sikap mau belajar penting peranannya dalam memelihara kelinci, dapat anda bayangkan apa jadinya jika peternak tidak mau untuk belajar meningkatkan pengetahuan mengenai ternaknnya (kenyataannya keberadaan kelinci di Indonesia sudah lama, namun hingga kini hanya ada sedikit peternak di indonesia yang namanya cukup dikenal dengan baik). 

2. Persiapan kandang
 
Kandang sangat penting bagi kelinci, baik itu untuk kelinci peliharaan sebagai hiburan ataupun untuk kelinci peliharaan untuk tujuan komersil. Kandang kelinci sebaiknya di sesuaikan dengan jenis kelinci. Di toko hewan saat ini sudah tersedia kandang khusus untuk kelinci jika anda tidak ingin repot repot untuk membuatnya. Tapi saran saya sebaiknya anda harus membuat sendiri kandang bagi kelinci anda karena kandang yang tersedia di toko hewan hanya bersifat mengurung kelinci agar tidak berkeliaran tapi tidak di design untuk melindungi kelinci dari panas, hujan, angin dan gangguan lainnya. Berikut beberapa syarat kandang kelinci yang baik terutama jika kelinci peliharaan anda menghabiskan waktu sepanjang hari di dalam kandang. 
a. Sesuaikan ukuran kandang dengan jenis kelinci yang akan anda pelihara.
 
Kandang kelinci yang terlalu sempit sangat rentan dengan tercampurnya tempat buang kotoran dan tempat tidur kelinci yang seringkali dapat memicu timbulnya penyakit. Karena sifatnya yang pembersih, kelinci biasanya tidak suka buang kotoran berpindah tempat dan kelinci pada umumnya memiliki tempat favorit untuk buang kotoran di salah satu bagian kandang. 
b. Kandang kelici harus mudah di bersihkan. 

Alas kandang kelinci harus memiliki celah agar kotoran dan sisa makanan tidak menumpuk. Jika anda ingin membuat kandang bertingkat sebaiknya didesign agar sisa makanan dan kotoran tidak mengenai kelinci yang ada di kandang bagian bawah.buatlah pintu kandang agar bisa terbuka dan tertutup dengan leluasa sehingga bagian bagian sudut kandang dapat dibersihkan dengan sempurna. 
c. Kandang kelinci harus kokoh. 

Kelinci memiliki kebiasaan mengerat hal ini disebabkan karena gigi kelinci tumbuh sepanjang tahun. Anda bisa saja menggunakan kayu atau bambu untuk membuat kandang, hanya saja kayu yang di pergunakan harus kayu yang keras seperti bangkirai atau bahkan ulin. Jika anda menggunakan bambu sebaiknya menggunakan bambu yang tua dan tidak mudah makan oleh kumbang pemakan kayu. (kumbang ini biasanya memliki panjang setengah centimeter dan berwarna coklat kehitaman). Orang pedesaan biasanya merendam bambu yang sudah di belah belah di dalam air selama beberapa waktu, hanya saja saya sendiri kurang paham berapa waktu yang dibutuhkan untuk proses perendaman ini. Konon waktu perendaman bisa memakan waktu hingga satu bulan. Kandang kelinci juga dapat dibuat dari bahan besi atau alumunium, bahan ini tentu saja biayanya lebih mahal daripada menggunakan kayu atau bambu namum memiliki ketahanan hingga tahunan. 
d. Kandang kelinci harus aman. 

Kandang kelinci harus mampu melindungi kelinci dari hujan, panas maupun angin kencang. Kelinci merupakan hewan yang tahan cuaca dingin namun sangat rentan pada angin. Kelinci mudah terserang penyakit atau gangguan yang berhubugan dengan perut ataupun pencernaan. Agar kelinci anda tidak mengalami kembung sebaiknya anda benar benar memperhatikan masalah ini, karena kembung pada kelinci dapat berakibat fatal yang membawa kematian. 
e. Kandang kelinci harus nyaman.
 
Kandang kelinci sebaiknya berada dilokasi yang nyaman, jauh dari gangguan hewan lain terutama anjing dan kucing. Kedua hewan ini seringkali menyebabkan kelinci merasa terancam terutama sekali apabila kelinci anda sedang beranak yang tentunya akan sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup anak anaknya. Induk kelinci yang stress seringkali tidak mau menyusui anak anaknya bahkan tidak jarang pula induk kelinci justru memakan anak anaknya sendiri (kanibal). Jauhkan kandang kelinci dari kondisi lingkungan yang ramai dan jauh dari lalu lalang orang. keberadaan orang lain selain peternak atau orang yang biasa dilihat kelinci peliharaan kita biasanya dapat mengakibatkan stress karena takut atau merasa terancam (terutama kelinci hamil dan melahirkan). Jika anda memiliki hewan ternak lainnya usahakan agar kandang kelinci tidak terlalu dekat dengan kandang hewan lainnya. selaindapat menularkan penyakit pada kelinci suara hewan-hewan tersebut dapat mengganggu kelinci peliharaan. 

3. Kesediaan pakan
 
Jika anda tidak pernah memelihara kelinci atau masih belum mengetahui jenis makanan apa saja yang baik untuk kelinci ada baiknya anda juga belajar atau mencari tahu jenis pakan apa saja yang baik untuk kelinci peliharaan anda nantinya. Beberapa rekan saya yang pernah memelihara kelinci untuk hiburan hanya tahu bahwa makanan kelinci hanyalah sayuran (kangkung, kol, wortel) dan buah buahan. Sepenuhnya pendapat ini tidak salah dan juga tidak sepenuhnya benar, sebab pakan kelinci jika tidak diimbangi oleh nutrisi yang seimbang tentunya berakibat pada rentannya kelinci dari gangguan penyakit. (pakan kelinci juga akan saya bahas tersendiri dalam blog ini). 

4. Pemilihan bibit kelinci
 
Pengetahuan pemilihan bibit yang baik sangat penting agar anda tidak merugi atau kecewa karena bibit yang anda miliki ternyata cacat atau mati pada saat anda pelihara. Saran saya sebaiknya anda membeli bibit kelinci pada peternak atau breeder yang benar benar dapat dipercaya dan bukan hanya memlihara kelinci semata mata untuk mencari keuntungan tetapi lebih pada breeder yang bertujuan menciptakan bibit bibit kelinci unggul. Breeder seperti ini tentunya sangat perhatian dengan kulitas kelinci kelinci yang dimilikinya, dan tentunya lebih mengutamakan kualitas daripada keuntungan. Demikianlah 4 hal utama yang harus anda perhatikan sebelum memelihara kelinci, kesemuanya ini merupakan pengalaman pribadi penulis dalam memelihara kelinci. harapan saya adalah dengan berbagi pengalaman seperti ini dapat saling memberi inputan dan masukan yang berguna bagi perkembangan perkelincian INDONESIA. Selamat mencoba.......

Minggu, 24 Maret 2013

Persiapan Pra dan Pasca Kelahiran Anak-anak Kelinci

Masa kelahiran kelinci merupakan masa masa yang menggembirakan sekaligus masa yang paling di tunggu-tunggu oleh pemilik kelinci, namun akan berbeda reaksinya bagi sebagian orang yang belum memahami dan terbiasa menangani kelinci melahirkan. mereka yang belum terbiasa dengan situasi ini tentunya akan cukup membuat panik, khawatir, dan tidak tahu harus melakukan tindakan apa. Akibat dari situasi seperti ini biasanya berakhir dengan kematian anak -anak kelinci. 
Ketika saya membaca di beberapa situs internet yang bercerita seputar permasalahan kelinci melahirkan dan menyusui, ternyata masih banyak penghoby yang masih belum membekali dirinya dengan pengetahuan pemeliharaan kelinci secara mendasar. Berangkat dari keprihatinan ini saya mencoba untuk berbagi pengalaman sekaligus sharing dengan sesama penghoby yang mengalami atau sedang mempersiapkan kelahiran anak anak kelincinya.

Kandang Khusus Induk Hamil
Kandang Khusus Induk Hamil merupakan persiapan yang harus dilakukan pada saat kelinci di nyatakan hamil atau diindikasikan hamil. Seharusnya setelah kawin kelinci-kelinci ini harus di pisahkan dari pejantan maupun betina lain dan menempati kandang sediri. persiapan ini dilakukan untuk menjaga gangguan dari kelinci lain maupun pejantan. Kelinci hamil butuh ketenangan untuk mempersiapkan kelahiran buat anak anaknya.

Minum dan Pakan
Kelinci hamil dan menyusui memiliki nafsu makan yang meningkat dari biasanya, mereka bisa menghabiskan porsi makanan dua kali lipat dari porsi kelinci pada saat tidak hamil. Jadi,pemberian asupan makan yang baik serta minum yang cukup akan menjamin kebutuhan nutrisi dan perkembangan anak anak kelinci dalam kandungan terpenuhi. Penting sekali bagi kelinci pada masa-masa ini mendapatkan jenis makanan yang bervariasi dan selalu tersedia di dalam kandangnya. Pakan - Pakan tersebut seperti: sayur-sayuran (daun kacang, bayam, daun pepaya, tauge, daun ubi jalar, jagung muda), umbi-umbian (wortel dan ubi jalar), rumput (rumput bermuda, bandotan, legetan)dan juga bekatul.
sekalipun rumput dan sayuran sudah banyak mengandung air, air minum tetap harus di berikan. Anggapan kelinci tidak butuh minum karena sudah terpenuhi dari kandungan air pada rumput dan sayuran, serta anggapan kelinci tidak boleh terlalu banyak minum merupakan anggapan yang SANGAT MENYESATKAN. 

Kotak Sarang
Kotak Sarang merupakan kotak di dalam kandang induk yang berfungsi sebagai kotak melahirkan. Kotak ini di masukkan ke dalam kandang induk beberapa hari (3-5 hari) sebelum induk melahirkan. Kotak sarang ini nantinya akan di tempati oleh anak-anak kelinci hingga umur 14-20 hari, karena biasanya pada umur tersebut anak kelinci sudah mulai keluar dari kota sarang mereka. Pemberian alas rumput kering atau jerami pada kotak sarang ini penting dilakukan yang fungsinya untuk alas tidur dan menghangatkan anak-anak kelinci. 

Masa Kelahiran
beberapa hari sebelum kelahiran anak-anak kelinci, sang induk akan terlihat gelisah, keluar masuk kotak sarang, menggaruk-garuk kandang,nafsu makan sedikit berkurang dan induk yang sangat protektif akan cenderung menyerang jika akan di pegang. Ini merupakan perilaku alamiah kelinci. 
Yang perlu di lakukan adalah cukup memberi perhatian dan ketenangan, berikan rumpt kering di dalam kotak sarang dan sedikit rumput kering di luar kotak sarang. Biarkan induk menyalurkan nalurinya mengangkat rumput kering tersebut ke dalam kotak sarangnya. Beberapa jam sebelum kelahiran sang induk akan mencabuti bulu di bawah perutnya dan di kumpulkan di kotak sarangnya. Perilaku ini mengindikasikan sang induk sudah akan melahirkan anak-anaknya. Ini masa yang sangat penting, jadi biarkan induk kelinci memiliki privasinya dan biarkan induk menyelesaikan kelahiran anak-anaknya sendiri. 

Masa Menyusui
Sesaat setelah di lahirkan anak-anak kelinci terlihat sangat tidak berdaya. Anda tidak perlu khawatir jika induk langsung meninggalkan kotak sarang setelah membersihkan anak-anaknya. Sekali lagi anda tidak perlu ikut campur dalam urusan pemeliharaan anak-anak kelinci ini. Anda tidak perlu khawatir mengenai kemampuan induk kelinci dalam memelihara anak-anaknya. Percayakan semua ini pada naluri sang induk saja. Yang perlu di lakukan adalah penuhi seluruh kebutuhan kelinci pada masa ini dengan cara: memberikan ketenangan, makanan, keamanan dan kenyamanan selama masa menyusui.
Anda tidak perlu takut jika melihat anak kelinci yang lemah terinjak induknya, induk tidak mau menyusui dan lain-lain. Biasanya campur tangan pemilik yang terlalu berlebihan dalam memelihara dan merawat anak-anak kelinci justru mengacaukan dan membuat stres sang induk. Jadi penting sekali saya tekankan disini untuk membiarkan induk membesarkan anak-anaknya sendiri sesuai dengan nalurinya, ini bukan tanggung jawab Anda, tanggung jawab anda hanya memenuhi kebutuhan induk dan anak-anaknya.

Sabtu, 23 Maret 2013

Tips Perbanyakan Bibit Kelinci

Kelinci dilambangkan sebagai kesuburan, bahkan juga di jadikan lambang play boy. lambang kesuburan di ambil karena kelinci mampu melahirkan lebih dari dua kali dalam setahun. tetapi ada juga beberapa peternak yang cuma mengejar uang semata memaksa kelinci untuk beranak hingga 6 kali dalam setahun. 
Istilah kelinci sebagai mesin penghasil uang ada benarnya,dan kelinci memiliki potensi yang sangat baik juga dapat di benarkan namun hal tersebut juga harus di kelola dengan baik jika ingin terwujud.Ada banyak hal yang harus di perhatikan dalam pemeliharaan kelinci agar potensi yang ada di dalamnya benar benar bisa di capai. Mari kita lihat dari sisi pengelolaan indukan, berikut point penting yang harus kita perhatikan dalam upaya perbanyakan bibit:

1. Kesejahteraan induk kelinci
2. Kesehatan induk kelinci
3. Kesehatan anak anak kelinci
4. Kualitas anak / bibit yang di hasilkan
5. Kelangsungan bisnis ternak kelinci.

1. Kesejahteraan Induk Kelinci
Mengawinkan indukan kelinci adalah pada saat indukan benar benar siap untuk di kawinkan artinya seekor induk harus siap secara fisik maupun mental. Secara fisik seekor indukan harus benar benar cukup usia dan matang kelamin. Masing masing kelinci siap untuk kawin pada usia yang berbeda beda tergantung dari jenis dan besarnya kelinci. Untuk kelinci jenis kecil seperti himalayan, dan dutch sudah siap kawin pada umur 6 bulan, kelinci rex mulai kawin pada usia 8-10 bulan sedangkan untuk jenis Flamish bisa di atas umur 1 tahun untuk benar benar siap kawin.

Perilaku kelinci yang sudah siap kawin di tunjukan pula dengan keinginan kelinci untuk mendekati pejantan, menggosokan dagunya ke sekitar kandang serta memiliki perubahan fisik pada kelaminnya. Pada Kelinci betina vulva nya akan berwarna kemerahan dan agak basah, ini menandakan kelinci benar benar siap untuk kawin. Pada Pejantan kantung kelamin (maaf:buah pelir)sudah mulai terlihat menggantung.

Bakal indukan yang terawat dengan baik biasanya tidak memiliki masalah dengan perkawinannya, terlebih jika kita paham saat yang tepat untuk mengawinkannya.Perkawinan kelinci yang dilakukan pada masa tidak subur dapat mengakibatkan bunting palsu,atau jumlah anakan yang sedikit (kurang dari 3 ekor).

Kebutuhan kelinci pada masa kehamilan harus mendapat perhatian yang ekstra, ini di maksudkan agar nantinya dalam masa pasca kelahiran tidak menimbulkan permasalahan yang merepotkan peternak di kemudian hari. Peternak harus dapat memastikan terjaminnya kebutuhan pakan dan nutrisinya, air minum, sarana dan prasarana kandang beranak, serta jaminan situasi kondisi kandang yang tenang dan aman bagi induk kelinci dan anak-anaknya kelak.


2. Kesehatan induk kelinci
Induk kelinci yang dikawinkan harus dalam kondisi sehat (termasuk pejantannya), tidak terkena penyakit, dan memiliki kondisi fisik yang prima (bulu bersih, tidak cacat, tidak kurus dan memiliki nafsu makan yang baik).

Pengaturan jarak antar perkawinan pertama dan seterusnya harus memperhatikan kesehatan induk, jangan jadikan kelinci sebagai mesin beranak. Induk kelinci harus memiliki waktu untuk memulihkan kondisi fisiknya setelah masa menyusui. Memang benar induk kelinci bisa di kawinkan selama masa menyusui namun kondisi ini tentunya akan berpengaruh pada turunnya kualitas anakan dan kesehatan induk.

Peternak perlu di memperhatikan mengenai silsilah indukan yang di miliki, hal ini di maksudkan untuk menghindari adanya perkawinan sedarah yang dapat mengakibatkan kelainan atau cacat bawaan. Disinilah pentingnya bagi kita untuk memiliki pencatatan / kartu induk bagi kelinci peliharaan. 


3. Kesehatan anak anak kelinci 
Induk kelinci yang terlalu cepat untuk dikawinkan kembali tentunya akan memperpendek masa menyusui anak-anaknya, dan ini tentunya akan berakibat cukup serius pada ketahan tubuh anak-anak kelinci. Alih-alih ingin segera memperbanyak kelinci (uang) justru malah mengakibatkan kerugian.

Banyak pedagang maupun peternak kelinci yang berupaya untuk mencari keuntungan tanpa memperhatikan kesehatan anak kelinci, sehingga anak-anak kelinci tersebut akhirnya mati di tangan pembeli. Kematian ini Bukan karena hanya salah pemberian pakan tetapi lebih disebabkan karena anak anak kelinci tersebut belum melalui masa lepas sapih. Kondisi ini tentu saja akan membuat senang pedagang karena pembeli akan datang lagi untuk membeli kelinci baru. Namun hati-hati bahwa pembeli akan beranggapan bahwa memelihara kelinci itu sulit sehingga kondisi ini akan menjadi boomerang bagi pedagang dan peternak di kemudian hari.


4. Kualitas anak / bibit yang di hasilkan
masih terkait dengan jarak antar perkawinan, anak anak kelinci yang memiliki waktu yang cukup bersama induknya hingga masa lepas sapih memiliki kondisi fisik yang baik dan mampu untuk menjadi indukan yang baik pula. Anak-anak kelinci hasil perkawinan sedarah cenderung bermasalah di kemudian hari dan sering kali memiliki kelainan atau cacat bawaan.

Pengalaman saya pribadi bahwa kelinci betina yang di kawinkan dengan pejantan yang lebih tua mampu menghasilkan anak-anak dengan kualitas yang lebih baik, namun demikian hal ini masih perlu di buktikan secara ilmiah untuk bisa di jadikan sebagai ilmu pemeliharaan kelinci.

Beberapa peternak meyakini bahwa bakal indukan yang baik adalah anak-anak dari generasi ketiga dan seterusnya, namun demikian anak-anak kelinci generasi pertamapun mampu menjadi indukan yang baik dengan catatan di pelihara sesuai dengan kaidah pemeliharaan yang benar. 

5. Kelangsungan bisnis ternak kelinci.
Bisnis yang baik adalah bisnis yang mampu memberikan kepuasan bagi kedua belah pihak, antara pengusaha dan juga marketnya. Seperti yang di singgung pada point 3 hendaknya perilaku peternak/pedagang seperti ini bisa kita hindarkan. Bisnis kelinci hendaknya di bangun atas dasar kepercayaan dan kejujuran, Insya Allah akan mendatangkan berkah dan kemajuan.

Kamis, 21 Maret 2013

Tips Mendeteksi Kesehatan Kelinci Melalui Kotorannya

Selain berguna sebagai pupuk, kotoran kelinci juga bisa digunakan untuk mendeteksi kondisi kesehatannya. Apakah anda pernah melihat kotoran kelinci anda berubah menjadi cair dan berbau, berlendir seperti jelly, atau tiba-tiba ukuran kotorannya berubah menjadi lebih kecil dari biasanya?. Pernahkah kelinci anda mengalami kondisi demikian yang pada akhirnya berujung pada kematiannya?

Ada beberapa fakta yang patut kita ketahui untuk mendeteksi kesehatan kelinci melalui kotorannya. 
Fakta yang pertama adalah; kelinci merupakan hewan yang rakus. Hampir seluruh hijauan di sukai kelinci dan sialnya justru ini yang sering menyebabkan kematiannya. Tapi saya juga perlu tegaskan sifat rakus pada kelinci sesungguhnya sangat membantu para penghoby kelinci untuk lebih variatif dalam memberikan pakan, Kematian pada kelinci lebih sering disebabkan oleh pemberian makan yang tidak variatif dan cenderung sembrono. Kebanyakan mereka hanya memberikan satu jenis makanan saja, mereka lupa bahwa seperti manusia kelinci juga membutuhkan asupan gizi dan nutrisi yang cukup agar memiliki pertumbuhan dan kesehatan yang baik. Saran saya adalah dalam memelihara kelinci ada baiknya untuk terlebih dahulu membaca buku tentang kelinci atau setidaknya sedikit belajar cara memberikan pakan pada kelinci dari peternak langsung.

Fakta Kedua adalah; kelinci sangat rawan dengan serangan penyakit kulit atau gangguan pada system pencernaannya. Asupan makanan yang tidak seimbang di tuding sebagai biang tingginya kematian pada kelinci. Kelinci membutuhkan sumber pakan yang seimbang antara berserat kasar maupun halus serta makanan yang mengandung konsetrat dan juga beberapa mineral lainnya. Dapat dipastikan kelinci langsung mengalami gangguan jika kita lalai dalam memperhatikan keseimbangan asupan pakannya dan disinilah letak pentingnya variasi pemberian pakan pada kelinci peliharaan.

Gangguan pada sistem pencernaan kelinci bukan tanpa sebab, di ketahui juga kelinci termasuk hewan yang memiliki system pencernaan yang rumit. Proses fermentasi pada system cerna kelinci hanya di usus besarnya saja. Jadi jika asupan kebutuhan pakan tidak seimbang dapat berakibat pada gangguan pencernaannya.

Disamping masalah pencernaan karena asupan makanan kondisi cuaca seperti curah hujan yang tinggi, angin kencang serta lingkungan penyebab stress dapat juga menyebabkan sakit kembung dan diare pada kelinci. Jadi kedua kondisi ini wajib di perhatikan oleh para penghoby kelinci agar bisa segera melakukan antisipasi. Ingat mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Fakta Ketiga yang tidak kalah pentingnya adalah; kelinci butuh minum. Asumsi kelinci sudah cukup mendapatkan air dari asupan pakan hijauan sangat salah. Kelinci juga butuh minum untuk membantu system pencernaan dan juga menjaga stamina tubuhnya secara alami. Baik hewan maupun manusia jika kurang mengkonsumsi air minum pasti juga akan mengalami kesulitan BAB. Oleh karena itu jika kelinci anda masih belum di beri minum secara segeralah untuk menyediakan wadah untuk tempat minumnya.

Lalu bagaimana mendeteksi kesehatan kelinci melalui kotorannya? Pertama tama mari kita cermati kotoran kelinci dari bentuk dan teksturnya.

A. Berbentuk bulat, kering, tidak berbau dan berwarna kecoklatan hingga kehitaman.Bentuk kotoran seperti ini menandakan kelinci dalam kondisi sehat, asupan pakan yang di konsumsi cukup seimbang. Kondisi seperti ini patut untuk di pertahankan agar kelinci tetap dalam kondisi sehat dan Insya Allah dapat berkembang biak dengan baik pula.

B. Kotoran kecil, kering dan sangat keras dari kondisi normalnya.
Kotoran dengan kondisi seperti ini menandakan adanya gejala kurang baik dengan system pencernaannya. Gejala inilah yang sering di sebut sembelit pada kelinci. selain menjadi lebih kecil kotoran kelinci juga menjadi sangat kering dan keras.

Kotoran seperti ini mengindikasikan adanya proses pencernaan gerak usus yang melambat. Gerak usus yang melambat dapat disebabkan asupan makanan yang kurang serat, termakannya benda lain seperti kayu, plastic, karton dan juga bulu yang terikut pada makanan kelinci. 

Pada tahap awal kelinci mulai menunjukkan nafsu makan yang menurun, hal ini disebabkan kelinci mulai merasa kenyang karena makanan yang masuk tidak sebanding dengan kotoran yang keluar. Karena gerak usus melambat efek selanjutnya perut kelinci menjadi buncit dan jika diraba akan terasa keras. Intensitas BAB kelinci menjadi semakin jarang sehingga penumpukan kotoran maupun makanan yang tidak tercerna dengan baik menjadi semakin bertumpuk.

Tahap berikutnya kelinci mulai mengeluarkan feses dalam jumlah yang sangat sedikit bahkan hanya beberapa butir feses dalam semalam. Kondisi fisik kelinci mulai melemah bahkan sama sekali tidak mau makan, perut menjadi besar dan kelinci hanya terduduk diam tanpa aktifitas. Kondisi ini sudah sangat membahayakan, jika ini tidak segera mendapatkan penanganan maka bisa berakibat pada kematian kelinci.

Tahap yang terakhir biasanya kelinci mengeluarkan Feses seperti jelly, berwarna putih keruh dan tidak berbentuk. ini merupakan reaksi alami tubuh kelinci dalam kondisi sembelit parah seperti ini. kondisi ini biasanya akan berakhir dengan kematian.

Jadi jika kotoran kelinci sudah mulai kelihatan mengecil dan jumlahnya sudah sedikit, maka segeralah untuk melakukan antisipasi dan pengobatan agar tidak berakibat pada kematian kelinci peliharaan kita. Segeralah menganti makanan dengan kandungan serat yang baik dan yang terpenting segera lakukan jadwal pemberian pakan dan memberikan variasi makanan pada kelinci peliharaan kita.

C. Cair, berwarna kehijauan atau kehitaman, dan berbau (mencret).
Bentuk kotoran kelinci seperti ini menunjukan kelinci sedang mengalami kondisi perut kembung atau diare. bentuk feses seperti ini menunjukan kelinci megkonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung gas dan air, serta terlalu banyak serat. 

kondisi mencret tidak selamanya disebabkan karena makanan tetapi bisa juga di sebabkan karena bakteri, atau lingkungan yang mengakibatkan stress pada kelinci. Jadi selain melihat dari pola pakan yang di berikan perlu juga di perhatikan hal lain penyebab diare bagi kelinci. Khusus dalam Artikel ini saya hanya Fokus pada pola pemberian pakan saja.

Kelinci berumur kurang dari 3 bulan biasanya sangat rawan diare, seperti sedikit saya singgung di atas bahwa kelinci merupakan hewan yang rakus. anak anak kelinci pada umur kurang dari 3 bulan biasanya memiliki nafsu makan yang sangat luar biasa, hal ini dikarenakan mereka sudah tidak mendapatkan air susu induknya sehingga mulai sering merasa lapar. Kondisi ini sangat baik jika kita mampu memanfaatkannya dengan memberikan pakan yang seimbang dan pola makan yang baik, sebaliknya jika kita pandai pandai memanfaatkan situasi ini maka anak-anak kelinci akan mengalami kematian.

Diare pada kelinci karena biasanya mereka terlalu banyak makan makanan yang terlalu banyak mengandung air dan juga jenis tanaman yang berongga pada batangnya. Sebenarnya jenis makanan seperti ini masih dapat di berikan dalam jumlah terbatas dan dalam kondisi layu serta di berikan pada waktu siang hari. Kelinci biasanya sangat menyukai jenis makanan seperti ini karena mudah untuk di kunyah dan dingin di dalam perut. 

Pemberian pakan yang terlalu banyak mengandung air dalam jumlah besar mengakibatkan diare karena di dalam perut kelinci makanan ini akan lebih banyak menghasilkan gas dan berakibat pada proses pencernaan yang tak sempurna. Kondisi feses biasanya berangsur angsur melunak dan jika pakan tidak di hentikan atau sudah terlanjur di berikan dalam jumlah banyak biasanya kelinci akan mati.

kelinci yang mengalami diare menjadi tidak bergairah, lemas dan matanya sayu menahan sakit. Kotorannya mengotori bulu sekitar kemaluan,anus, ekor dan tubuh bagian belakangnya. Kebersihan dan perhatian ekstra perlu anda berikan pada masa seperti ini. kebersihan kandang perlu di jaga dan sebaiknya kelinci segera di karantina.

Sejujurnya diare pada kelinci cukup sulit untuk di obati, tetapi dengan pemberian pakan yang baik tidak perlu khawatir kelinci mengalami gangguan diare. Ada beberapa langkah tradisional yang dapat kita lakukan ketika kita menemukan kelinci dalam kondisi seperti ini :
1. Segera hentikan pemberian pakan yang berpotensi sebagai penyebab diare.
2. Berikan obat diapet (obat diare pada manusia) pada kelinci, tetapi jika kelinci masih mau makan berikan beberapa pucuk daun jambu biji.
3. Berikan antibiotik alami seperti perasan kunyit yang di berikan langsung ke mulut kelinci dengan menggunakan Pippet atau suntikan tanpa jarumnya.
4. Berikan rumput dalam kondisi layu (beberapa peternak biasanya memberikan rumput kering atau pelet saja).
5. Jika diare di sertai kembung anda dapat mengurut perut kelinci secara perlahan dengan menggunakan parutan bawang putih dan minyak angin.

D. Bertekstur bulat lunak dan menggumpal seperti anggur (Cecotropes).
Jenis Feses seperti ini agak jarang terlihat dan biasanya di keluarkan kelinci pada malam hari. Jenis Feses ini di sebut cecotropes, merupakan feses yang mengandung Vitamin dan kaya nutrisi yang baik untuk kelinci. Feses seperti ini akan langsung di makan kembali oleh kelinci karena secara naluriah kelinci mengetahui feses ini baik untuk kesehatannya terutama untuk menjaga keseimbangan pencernaannya.

Teknik Budidaya Tepat, Kelinci Sehat


Pakan utama kelinci adalah Rumput, Sayuran dan Bijian. Rumput timothy adalah pakan terbaik kelinci. Timothy adalah sejenis rumput lapangan yang pada bagian atasnya terdapat “ekor kucing”. (DI Indonesia rumput ini jarang ada kecuali ditanam oleh para peternak industrial). Kadar serat rumput timothy cukup baik sehingga tidak menimbulkan masalah pencernakan. Tetapi di Indonesia memiliki anekaragam rumput yang bagus, terutama rumput tegalan seperti legetan yang biasa dirumput para petani. Takaran rumput perhari, sebesar badan kelinci. Diberikan pada sore hari. Sayuran sangat perlu buat kelinci untuk mempermudah pencernakan dan mengurangi kadar serat berlebihan. Berikan 3-7 lembar perhari sayuran layu pada siang hari sebagai makanan siang. Sayuran yang baik adalah sosin/ceisim (sayuran untuk mie ayam) dan wortel. Sedangkan kangkung dan kubis usahakan tidak diberikan karena kadar airnya berlebihan dan mengakibatkan air kencing bau pesing .
Bijian, jagung muda, ketela pohon atau ubi jalar bisa diberikan pada malam hari di atas jam 10 malam, atau bisa juga diberikan pada pagi siang hari. Pelet kelinci dengan kadar serat standar sangat baik sebagai makanan pagi karena mengandung bijian dan serat.Usahakan tidak memakai pelet unggas sebab memiliki komponen non-serat karena terbuat dari jagung dan remukan ikan/tulang. Pellet kadaluwarsa bisa mengakibatkan diare. Jangan asal membeli pellet murah daripada kelinci mati. Seandainya pellet sulit, bisa diganti dengan bekatul/dedak. Pakan ini bisa dicampur dengan air, namun jangan sampai membusuk. Usahakan dalam waktu kurang dari tiga jam habis dan bersihkan. Di atas tiga jam bisa mengakibatkan kelinci diare.
Buah-buahan adalah pakan yang diperbolehkan namun hanya sedikit karena dalam buah terdapat kadar gula yang bisa mengakibatkan metabolisme perut kelinci tidak beres. Satu ekor kelinci tidak boleh lebih memakan lebih dari 1 kulit pisang dalam sehari. Minuman. Orang bilang kelinci tidak butuh minum karena kadar air dalam rumput mencapai 70%. Ini adalah logika ngawur. Semua makhluk hidup tidak sekadar butuh air, tapi juga butuh minum.
Manusia juga tidak cukup makan sayur dan kuah. Air minum tetap wajib diberikan untuk menggerus pencernakan dan menghindari dehidrasi. Kebutuhan tiap hari cukup setengah gelas. Jauhkan air minum dari kotoran. Usahakan memakai botol khusus supaya tidak perlu mengganti setiap hari. Kelinci yang jarang minum akan stres dan pertumbuhannya tidak baik serta gampang mati ketika terserang penyakit.
Perut: Kelinci hewan berusus satu. Wajar jika disebut hewan “tidak beres pencernaan”. Saat perut sakit, kelinci tidak bisa muntah sehingga satu jalur pakanan (ususnya) terkena beban berat. Akibatnya, kembung, diare dan mencret menjadi problem utama kelinci.
Ciri-ciri kelinci sakit: mata sayu, lesu, tidak tertarik makan, dan tahinya cair, atau lengket berwarna coklat/hijau jelly. Kelinci sehat tahinya berwarna hitam kering. Solusi: tarik rumput, sayuran dan minuman ganti dengan pellet dan rumput kering timothy. Berikan juga daun papaya kering getah, pupus pohon pisang dan/atau daun bambu muda untuk menetralkan cairan dalam perut.
Kelinci mencret juga harus dipisah dari kelinci lain karena jika tahinya berceceran di rumput bisa dimakan kelinci lain dan menularkan penyakit dalam.
Penyakit scabies (penyakit kulit). Faktor utama adalah karena kandang jorok. Setiap hari kandang wajib dibersihkan, kotoran tidak boleh menumpuk, rumput sisa harus dibuang. Semprot vaksin minimal sebulan sekali. Kelinci scabies harus dikarantina supaya tidak menular ke kelinci lain.
Berikan perawatan yang terbaik dengan kadar gizi yang baik, seperti wortel untuk mempercepat pergantian kulit ari. Suntik dengan obat khusus hewan serta oleskan obat kulit salep (pinicilin) setiap hari.
Scabies butuh waktu penyembuhan antara 3-7 minggu, bahkan bisa lebih. Setelah sembuh (dengan ciri-ciri kembalinya bulu sampai normal, kelinci boleh kembali ke kandang asal.
Kandang: ukuran kandang minimal 40×50 cm untuk ukuran kelinci rata-rata. Kandang kelinci jenis besar seperti Satin, Flam, New Zealand sebaiknya 50×70 atau lebih besar lagi. Kandang bisa terbuat dari bambu kuat (tidak berbubuk). Kandang besi dan kawat sangat baik karena penyakit tidak mudah menular.
Kandang jangan sampai berlubang sehingga tikus tidak bisa masuk. Kelinci sangat takut dengan tikus karena tikus sering menyerang anak-anak kelinci, bahkan memakan bayi kelinci. Selain aman dari tikus kandang juga tidak boleh kemasukan angin besar, terutama angin malam.
Kelinci butuh cahaya terang selama 17 jam sehari. Berikan lampu penerangan secukupnya di malam hari. Kebersihan kandang harus terjaga. Tempat pakan dicuci dan kering.
Perkawinan dan Kehamilan
Masa puber kelinci jantan umur 3 bulan dan bisa membuahi pada usia 5 bulan. Sedangkan masa puber kelinci betina pada usia 5 bulan dan bisa hamil pada usia 5,5 bulan ke atas.
Cara kawin. Bawa betina ke kandang jantan. Masukkan dan biarkan bercumbu. Biasanya pejantan akan menciumi bagian muka dan kelamin betina. Betina yang cenderung lari-lari biasanya mudah kawin dibanding yang tengkurap tanpa gairah.
Tunggu sekitar 2-4 menit sampai betina nungging memberikan kelaminnya kepada pejantan. Dalam waktu sekitar 30-40 detik pejantan akan terkulai lepas. Satu menit kemudian ambil betina, istirahatkan dan berikan makan. Sepuluh hingga lima belas menit kemudian kembali betina ke kandang pejantan, ulang lagi hingga tiga kali. Jika pada ketiga kali betina tidak minat kawin lagi tidak masalah. Dua kali cukup.
Kawin sekali bisa melahirkan antara 2-4 ekor anak. Sedangkan jika kawin 2-3 kali biasanya mampu melahirkan 4-8, bahkan 10 anak, tergantung kondisi produktivitas sang betina.
Ciri-ciri kelinci jantan maupun betina hendak kawin bisa dilihat pada bagian kelaminnya. Jika merah, tanda sudah pingin kawin. Bisa juga dengan melihat tingkahnya, seperti pantatnya ngesot dip agar kandang, atau menggesek-gesek dagunya. Atau bisa juga melihat dengan memegang bagian pantat. Jika saat kelinci dipegang langsung nungging itulah tanda kepingin kawin.
Kelinci hamil sangat butuh perhatian. Sebagaimana manusia hamil, kelinci butuh pasokan gizi baik dan pakan stabil. Lapar dan kurang minum saat hamil membuat stres sang induk. Wortel setiap hari 1 batang cukup untuk memasok gizi. Masa hamil kelinci antara 29-33 hari.
Minggu pertama biasanya gelisah ketika janin tumbuh. Berikan perhatian pakan yang cukup dan belaian khusus untuk menghindari stres. Pada usia kehamilan 17 hari, kandungan mulai membesar. Sang induk semakin butuh banyak makan. Pagi, siang, sore dan malam harus tersedia makanan.
Memasuki usia kandungan 25 hari kelinci nampak gelisah karena menjelang kelahiran. Ciri-ciri hendak melahirkan adalah sang induk mengorek-ngorek kandang dengan kuku kaki depannya. Ini adalah karakteristik kelinci yang ingin menggali lubang di tanah. Sediakan kotak dan jerami kering supaya induk merasa ada jaminan tempat melahirkan.
Sebelum melahirkan biasanya kelinci mencabuti bulunya untuk tempat tidur sang anak. Kehamilan pertama dan kedua biasanya sang induk agak gugup, namun sebagian ada yang langsung tanggap. Jerami untuk induk baru sangat penting karena biasanya ia akan telat mencabuti bulunya. Kotak harus bersih, tidak basah dan jangan sampai muncul hewan kutu (atau uget-uget).
Saat hendak dan sesudah melahirkan jangan sering dilihat, kecuali oleh Anda yang sudah terbiasa merawat. Kelinci merasa ketakukan anaknya diganggu orang jika dilihat terus-menerus.
Berikan sayuran atau rumput serta minuman saat menjelang kelahiran sebab setelah melahirkan kelinci sangat capek, dehidrasi dan butuh makanan yang banyak. Telat memberi makanan saat kelahiran adalah penyiksaan.
Kenapa kelinci kanibal? Dua kemungkinan utama. 1) Stres karena pasokan pakan sehat sejak minggu pertama hingga minggu ke empat kurang terjamin sehingga dirinya merasa tersiksa dengan kehadiran anak-anaknya. 2) Takut terhadap bahaya seperti ancaman tikus, anjing, kucing dll.
Pasca kelahiran
Kelinci lahir hanya mengandalkan makan dari air susu induknya (ASI). Biasanya induk menyusui pada jam-jam tertentu pada subuh atau malam hari. Anak kelinci wajib mendapat pasokan ASI hingga usia 35 hari. Di bawah itu anak tidak sehat dan gampang mati. Berdosa jika kita memisahkan anak kelinci dari induknya sebelum usia 35 hari.
Pemisahan anak dari induk minimal 35 hari. Dimulai sapih pada usia 32 hari dengan cara memisahkan pada siang hari dan mengembalikan pada sore hari. Jika belum hendak dijual atau alasan lain, anak kelinci bisa terus menyatu dengan induknya hingga umur 45 hari.
Anak kelinci akan belajar makan rumput pada umur 14 hari dan mulai banyak makan diusia 26 hari. Wortel atau ubi kayu sangat bagus diberikan pada umur 14 hari supaya gigi-gigi kelinci mulai tertata baik.
Perlu diketahui, kelinci memiliki pertumbuhan gigi yang terus menerus sehingga butuh menggerat untuk mencegah pertumbuhan. Berikan bata merah di kandang, terutama kandang pejantan yang gemar menggerat. Farid Ibrahim
naskah ini pernah dimuat di majalah peternakan Trobos 01 Juli 2008
Anggora Jantan

Membuat Kandang Kelinci

Kandang ibarat rumah bagi ternak peliharaan, begitu pula dengan kandang kelinci. Sejauh ini tidak ada aturan tunggal yang di jadikan patokan pembuatan kandang kelinci, maka tidak sedikit penggemar kelinci yang mempertanyakan kandang yang baik bagi kelinci peliharaannya.
Point penting yang harus diperhatikan dalam pembuatan kandang kelinci adalah terpenuhinya syarat kesehatan bagi kelinci dan juga sesuai dengan tujuan pembuatan kandang itu sendiri. Peternakan kelinci King's Rabbit Makassar biasanya membedakan pembuatan kandang sesuai dengan tujuan dan kegunaannya. Adapun tipe kandang di peternakan King's Rabbit dibagi menjadi:

1. Kandang Indukan Betina.
Kandang indukan betina dewasa yang sudah siap kawin harus cukup luas untuk meletakan kotak beranak dan ruang bermain bagi anak-anaknya kelak. Tidak ada ukuran yang baku mengenai kandang bagi indukan ini, biasanya peternakan kelinci kami hanya menyesuaikan dengan jenis indukannya saja. Kandang indukan betina jenis giant tentu berbeda dengan kandang indukan kelinci jenis dwarf.
yang harus di perhatikan dalam pembuatan kandang indukan ini adalah alas dan dinding-dinding kandang. Alas kandang sebaiknya didisain juga untuk kebutuhan anak kelinci. alas kandang yang terlalu lebar dapat menyebabkan anak kelinci terperosok atau terjepit pada alas kandang. Selain itu dinding kandang juga harus lebih tertutup/rapat agar suhu di kandang ini tetap hangat. Disamping itu pembuatan kandang juga harus didisain untuk menghindari serangan tikus pada anak-anak kelinci.

2. Kandang Pejantan
Kandang bagi pejantan biasanya sedikit lebih sempit di bandingkan dengan kandang betina, hal ini di lakukan agar pejantan lebih mudah untuk mendekati betina pada saat jadwal perkawinan di lakukan. kandang yang terlalu luas biasanya sedikit menyulitkan pejantan dalam mendekati betina, pejantan harus benar-benar menguasai daerah teritorinya. Begitu pula sebaliknya kandang yang terlalu sempit juga akan menjadikan kelinci betina yang di kawinkan merasa tidak nyaman dan stres.

3. Kandang pembesaran
kandang pembesaran di peruntukan bagi anak-anak kelinci lepas sapih, sehingga luasnya mengikuti jumlah anak kelinci yang di miliki. kandang yang terlalu sempit dapat menimbulkan resiko kematian yang cukup besar. Kandang yang sempit berpotensi terinjaknya anak anak kelinci oleh kelinci yang memiliki badan lebih besar dan kuat. Selain itu kandang pembesaran yang sempit juga dapat mengakibatkan suhu udara meningkat di kandang tersebut, sehingga dapat mengakibatkan dehidrasi bagi anak-anak kelinci. Kandang yang terlalu sempit pada kandang pembesaran ini juga dapat memicu timbulnya gangguan pada pernapasan anak-anak kelinci. 

4 Kandang Penggemukan/ soliter
kandang ini sedikit lebih sempit namun memliki cukup ruang bagi kelinci untuk bergerak meluruskan kaki dan badannya.Kandang sengaja di buat tidak terlalu luas untuk membatasi gerak yang menghabiskan energi, sehingga nutrisi dari makanan yang kita berikan dapat di arahkan menjadi daging untuk meningkatkan bobot badannya. 

5. Kandang Karantina
Kandang ini di peruntukan untuk kandang pengobatan bagi kelinci sakit. kandang ini nantinya tidak boleh di gunakan lagi bagi kelinci yang sehat.Selain itu kandang karantina tidak boleh di letakkan berdampingan dengan kandang kelinci yang sehat, hal ini di lakukan sebagai pencegahan penularan penyakit. 

Dari kelima tipe kandang ini secara keseluruhan yang perlu di perhatikan adalah :
1. Alas Kandang
Banyak Bahan yang dapat di jadikan sebagai alas kandang. Di Peternakan King's Rabbit, kami selalu menggunakan bambu sebagai alas kandang. pilihan terhadap bahan ini karena bahan ini cukup aman bagi kesehatan kaki kelinci. Selain itu alas bambu ini tidak mudah rusak jika terkena air kencing kelinci jika bandingkan dengan bahan kawat atau kawat ram. Peternakan kami juga menghindari penggunaan potongan kayu atau papan sebagai alas, meskipun memiliki penampang yang baik, alas dari bahan ini mudah menyimpan air sehingga susah untuk kering.
Penyakit sore hock pada kaki kelinci berdasarkan pengalaman di peternakan kami dipicu oleh alas kandang yang terbuat dari bahan yang tidak memiliki penampang yang cukup luas pada pijakan kaki kelinci. Kondisi ini pada akhirnya membawa akibat kaki kelinci menjadi bengkak bahkan terluka.
Selain penyakit tersebut, alas kandang yang sering basah juga memicu berkembangnya penyakit scabies. Bagi sebagian penggemar yang sudah memahami penyakit ini mungkin hal mudah untuk mengatasinya, tetapi bagi yang belum terbiasa akan sangat sulit mengatasinya.
Alas kandang juga harus di sesuaikan pada Jenis dan umur kelinci. Untuk anakan kelinci sebaiknya alas di buat agak rapat untuk menghindari serangan tikus dari bawah kandang. Peternakan kami biasanya menambahkan alas triplek atau papan khusus pada kelompok anak-anak kelinci yang lepas sapih. sedangkan bagi kelinci dewasa sebaiknya alas kandang di susun dengan jarak yang tidak terlalu lebar, yang penting adalah kotoran dapat turun dan tidak menumpuk di dalam kandang.

2. Alas Penampung Kotoran 
Dalam pembuatan kandang sebaiknya benar benar memperhatikan alas penampung kotoran ini. Tujuan dari pembuatan alas kotoran ini adalah untuk mempermudah dalam melakukan kegiatan kebersihan. Khusus pada pada kandang bertingkat alas penampung kotoran ini harus menjadi perhatian yang serius. jangan sampai kelinci yang berada pada kandang di bagian bawah terkena kotoran kelinci lain yang berada di kandang atas. Sisa makanan dan kotoran yang bercampur dengan urin kelinci memicu tumbuhnya habitat berbagai macam penyakit.Pengelolaan terhadap sanitasi kebersihan yang buruk akan membawa dampak munculnya berbagai macam penyakit pada kelinci. 

3. Dinding Kandang
Pembuatan dinding pada kandang kelinci sebaiknya juga di sesuaikan dengan kebutuhannya. Khusus kandang bagi indukan yang melahirkan sebaiknya hanya bagian depan saja yang terbuka, sedangkan bagian belakang dan sekat antar kandangnya diusahakan tertutup. Di peternakan yang kami kelola, seluruh bagian depan kandang untuk indukan kami buat dari kawat ram, hal ini di maksudkan agar udara tetap bisa mengalir dengan baik. Sedangkan pada bagian samping, belakang dan antar sekat menggunakan susunan bambu dengan jarak yang sedikit lebih rapat dari alasnya. Sebagai catatan kelinci pada masa hamil, menyusui dan membesarkan anak-anaknya membutuhkan kondisi yang tenang dan tidak terganggu oleh kelinci lainnya.
Selain kandang untuk indukan betina yang melahirkan, pembatas antar sekat sebaiknya menggunakan Kawat ram. Tujuannya adalah menghindari kelinci menggigiti (mengerat) sekat antar kandang. Untuk sekat antar kandang kami menghindari penggunaan bahan lain yang mudah di rusak oleh kelinci, sebab jika hal ini terjadi, hampir dapat di pastikan akan terjadi perkelahian kelinci di antara sekat tersebut. 
Kemudian yang terakhir, jika kita menempatkan kandang kelinci tidak pada rumah kandang, maka sebaiknya pada bagian samping dan belakang dapat diusahakan pembuatan dinding yang lebih rapat untuk menghindari terpaan angin kencang secara langsung, terlebih pada malam hari dan musim pancaroba. Seperti pada tulisan yang lainnya telah diuraikan mengenai pengaruh musim ini terhadap kesehatan kelinci.

Rabu, 20 Maret 2013

Pertumbuhan Anak Kelinci

Beberapa buku tentang kelinci menuliskan bahwa hampir 30% kematian anak anak kelinci terjadi pada umur kurang dari 2 bulan dan 10 % nya terjadi pada umur di bawah 3 bulan. fakta ini menunjukan betapa pentingnya masa masa ini bagi kelangsungan hidup anak-anak kelinci. Tentunya kita akan sangat kecewa jika sampai pada masa ini anak anak kelinci harus mati, bahkan dengan penanganan yang tidak tepat bisa saja terjadi kenaikan persentasi kematian anak kelinci meningkat menjadi lebih dari 80%. 
Kelinci pada dasarnya hewan yang sangat produktif dan dapat berkembang biak dengan pesat, sekali melahirkan seekor induk kelinci mampu menghasilkan 4 hingga 12 ekor anak per kelahiran. Jika dalam setahun seekor induk beranak hingga 4 kali maka dalam setahun seekor indukan mampu menghasilkan 24 ekor anak dengan asumsi rata rata 6 ekor anak per kelahiran. 

Sayangnya potensi kelinci yang besar ini kurang diimbangi dengan pengetahuan pemeliharaan yang baik sehingga ternak kelinci di Indonesia masih sangat tertinggal. Namun demikian beberapa daerah di tanah air perkembangan peternakan kelinci sudah mengalami kemajuan dan cukup berkembang, kita sebut saja Bandung, Magelang, Semarang, Yogyakarta, Klaten, dan Batu. Beberapa peternak yang sudah memiliki nama dan pengalaman yang mumpuni di kota kota tersebut juga mulai menularkan virus pengetahuan mereka dalam hal pemeliharaan kelinci dengan mengadakan pelatihan. 

Beberapa kontes kelinci kini mulai sering dilakukan untuk mengenalkan kelinci lebih jauh kepada masyarakat. Hasilnya ternyata jumlah dan minat pengunjung tidak kalah hebatnya dengan kontes anjing yang lebih sering diadakan. Ini juga menunjukan peternak tanah air kini sudah mulai menunjukan kepiawaiannya dalam melakukan pemeliharaan dan menciptakan bibit bibit kelinci yang dapat diandalkan.

Dalam tulisan kali ini saya mencoba untuk sedikit berbagi pengalaman seputar perawatan anak anak kelinci, dengan harapan perkelincian di tanah air bisa terus berkembang, tidak hanya di pulau jawa saja tetapi juga bisa berkembang di pulau-pulau lain di tanah air.
dalam tulisan kali ini saya hanya akan membahas mengenai anak kelinci mulai dari lahir hingga mereka mulai belajar mandiri untuk makan. 

Perhatian Selama Masa Kehamilan Induk Kelinci
Ada sebagian orang yang menganggap kelinci merupakan hewan yang tidak pandai dalam merawat anak anaknya,beberapa hal yang sering dikeluhkan adalah:
1. Induk tidak mau menyusui.
2. Induk kelinci tidak pandai menjaga anak-anaknya.
3. Anak anak kelinci mati terinjak induknya.
4. Induk kelinci memakan anaknya(kanibal).
5. Induk kelinci selalu berada di luar sarangnya sehingga tidak pernah mengasuh anaknya.

Di habitat alamnya kelinci membuat sarang di dalam tanah, mereka biasanya mencari daerah yang terlindungi dari hujan dan biasanya juga selalu mencari lingkungan sarang yang tersembunyi. Ketika kelinci hamil biasanya akan mulai memisahkan diri dari kelompoknya dan segera menggali lobang di tanah untuk bersarang, sarang ini bisa berjarak hingga 2 meter ke dalam tanah. Hal ini menunjukan kelinci sangat memperhitungkan keamanan, kenyamanan dan keselamatan anak anaknya bukan hanya dari pemangsa tetapi juga dari kelompoknya. Dengan demikian kita juga perlu menciptakan kondisi kandang sesuai dengan kebutuhan kelinci ketika mereka berada di alam bebas. 

Kelinci yang hamil sebaiknya segera di pisahkan dari kelinci lainnya, selain memudahkan pengontrolan hal ini juga dilakukan untuk memberikan perhatian dan asupan makanan yang baik bagi calon anak-anaknya. Asupan makanan yang baik sangat berpengaruh terhadap kesehatan anak anak kelinci, sehingga mereka dapat lahir dengan bobot badan yang cukup, tidak cacat dan lahir pada masanya (28-31 hari). Asupan makan yang baik juga membantu induk mempertahankan stamina dan kemampuan merawat anak-anaknya.

Pada usia kehamilan 25 hari sebaiknya kotak khusus beranak dapat di masukkan kedalam kandang. Ini penting untuk dilakukan mengingat kelinci suka menandai daerah teritorialnya, jadi pada saat melahirkan nanti sang induk tidak lagi asing dengan keberadaan kotak tersebut. kita harus membantu induk kelinci dengan menempatkan rumput kering kedalam kotak agar rumput makannanya yang masih basah tidak di bawa masuk induk kelinci. kondisi kandang yang nyaman mendorong induk kelinci untuk mau beranak dalam kotak sarang yang di sediakan.

Jika kelinci sudah mulai gelisah dan mencabuti bulu bulu di sekitar dada dan perutnya ini menandakan kelinci akan melahirkan kurang dari 3 hari, bahkan tidak jarang ini dilakukan beberapa jam sebelum kelahiran. Biarkan saja hal ini berlangsung karena ini sudah merupakan insting seekor induk ketika mempersiapkan kelahiran anaknya. waspadai jika kelahiran anak anak kelinci pada malam hari sehingga kita perlu memastikan tidak ada hewan predator yang mengganggu. Kehadiran hewan pengganggu biasanya di picu karena bau amis dari darah kelinci yang melahirkan dan juga sisa makanan kelinci di dalam kandang.

Anda perlu melakukan pengecekan kondisi anak anak kelinci yang baru di lahirkan 1-2 hari kemudian (pada masa ini induk biasanya sudah tenang dan mampu mentoleransi kegiatan manusia (peternak) di sekitar kandangnya). pastikan bahwa kesemua anaknya tidak ada yang mati karena jika sampai menjadi bangkai sang induk tidak akan mau menyusui semua anak anaknya.

Anak kelinci umur 3 hari
Anak-anak kelinci pada umur kurang dari seminggu masih terlihat sangat lemah, mereka biasanya bergerombol di dalam selimut bulu induknya untuk mencari kehangatan. Anak anak kelinci sangat suka tidur bergerombol saling tumpang tindih, namun anda tidak perlu khawatir bahwa anak-anak kelinci anda mati jika melihat kondisi seperti ini. Satu hal yang arus anda ingat adalah jangan pernah memegang anak-anak kelinci tersebut dengan tangan kosong, karena hampir 90% induk tidak akan menyusui anak anaknya jika sudah berbau tangan manusia. Gunakan kain atau tissue jika memegang anak kelinci terutama untuk anak-anak kelinci di bawah umur 4 minggu. 

Meskipun anak anak kelinci dapat dipegang dengan menggunakan kain atau tissue saya sangat tidak menganjurkan jika kegiatan ini anda lakukan tanpa ada tujuan yang jelas (hanya sekedar ingin tahu atau memuaskan rasa penasaran ), sebab induk kelinci yang merasa terganggu dan stres akan mogok menyusui bahkan jika merasa terancam sang induk bisa menjadi kanibal memakan anak-anaknya sendiri. 

Catatan khusus: induk kelinci hanya menyusui anak-anaknya pada saat-saat tenang, dan biasanya dilakukan pada malam hingga pagi hari. Dalam sehari kegiatan induk dalam menyusui dilakukan paling banyak hanya 2 kali saja, dan ini sudah sangat cukup bagi perkembangan pertumbuhan anak-anaknya. 

Anak kelinci umur 10 Hari
Anak-anak kelinci pada umur 10 hari sudah mulai ditumbuhi bulu dan coraknya sudah mulai terlihat jelas. Pada umur ini anak-anak kelinci sudah mulai dapat berjalan namun masih terlihat sempoyongan. Pada umur 15 hari kelopak mata anak anak kelinci sudah mulai terbuka, pemberian pakan rumput muda yang dilayukan sudah dapat diberikan dalam jumlah yang sangat sedikit untuk menghindari anak anak kelinci mengkonsumsi rumput kering, bulu dan material lain yang ada di dalam kotak sarang mereka. Pada umur ini anak-anak kelinci mulai menunjukkan nafsu makan yang rakus dan selalu merasa lapar. 

Anak kelinci umur 25 hari
Pada umur ini anak-anak kelinci sudah dapat berjalan dan mulai keluar dari dalam kotak sarangnya, ini merupakan masa berbahaya dan kondisi kandang harus benar benar diperhatikan kebersihan dan keamanannya. Kasus yang sering terjadi adalah anak-anak kelinci sudah mulai ikut makan bersama sang induk dan ini biasanya menimbulkan masalah seperti: makan terlalu banyak padahal sistem pencernaan mereka belum terlalu kuat (pemberian pakan pada induk harus juga di sesuaikan dengan kondisi anak-anaknya yang mulai belajar makan), Anak-anak sudah mulai bisa mengejar induknya pada saat lapar dan haus untuk mendapatkan air susu sehingga bisa mengakibatkan anak-anak kelinci terinjak induk (pada umur ini induk sudah mulai kewalahan dengan perilaku anaknya sehingga cenderung menghindari kejaran anak-anaknya), udara diluar kotak sarang lebih dingin dari pada udara di dalam kotak sarang sering mengakibatkan anak-anak kelinci terkena kembung (pada saat udara dingin dan malam hari ada baiknya tercipta kondisi kandang yang hangat), alas kandang yang terlalu lebar jarak pembuangan kotoran dapat mengakibatkan kaki anak kelinci terperosok dan bisa berakibat cedera (sediakan alas khusus untuk anak anak kelinci seperti pada gambar yang saya sertakan). 

Anak kelinci belajar makan
Anak-anak kelinci pada umur 2 minggu keatas sudah mulai belajar makan, namun demikian disarankan agar pemberian makan hanya rumput muda agar mudah di cerna, selain itu pemberian pakan juga tidak boleh berlebih karena selain organ pencernaan masih belum kuat, anak-anak kelinci sampai umur 60 hari asupan gizinya masih tergantung dari air susu induknya. Pada umur 30 hari anak-anak kelinci sudah mulai dapat dipisahkan dari induknya secara bertahap. Untuk tahap awal pada pagi hari anak anak kelinci dapat dipisahkan beberapa jam dari sang induk, kegiatan seperti ini bisa dilakukan hingga beberapa hari. Tahap selanjutnya anak anak dapat dipisahkan hingga sore hari dan kegiatan ini bisa dilakukan selama satu minggu. Tahap ketiga pisahkan anak kelinci selama sehari dan pertemukan dengan induknya hanya beberapa jam, jika sang induk mulai menolak anak-anaknya dapat dibantu dengan mendekatkan anak pada induk sambil memberikan sedikit belaian kepada induk dan anak-anaknya. Hal ini dilakukan agar anak tidak merasa dibenci sang induk tetapi lebih karena tuntutan keadaan agar anak anaknya mandiri. Lakukan tahap ini sampai sang anak benar-benar mulai mandiri dan mulai bisa melupakan induknya. Pada tahap terakhir anak anak kelinci sudah harus dapat dipisahkan dan mulai diletakkan pada kandang tersendiri untuk kelinci lepas sapih hingga berumur 3-4 bulan. Kelinci pada masa lepas sapih harus benar benar terjamin asupan makannya karena mereka sudah tidak lagi menyusui sehingga perkembangan pertumbuhannya murni tergantung dari asupan pakan yang diberikan. Catatan Khusus: Pemisahan anak-anak kelinci dari induknya pada masa transisi sebaiknya tidak dilakukan pada malam hari hal ini selain untuk menghindari udara dingin juga memudahkan melakukan pengontrolan pada kondisi sang anak.