Tampilkan postingan dengan label pemelihraan kelinci. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemelihraan kelinci. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Maret 2013

Langkah Awal Keberhasilan Pemeliharaan Kelinci

Langkah Awal Keberhasilan Pemeliharaan Kelinci
Langkah Awal Keberhasilan Pemeliharaan Kelinci

Apa saja yang harus diperhatikan sebelum memelihara kelinci? Mengapa kelinci peliharaan sering mengalami kematian tanpa alasan yang jelas? Mengapa anak kelinci terus menerus mengalami kematian pada usia dini? Pertanyaan-pertanyaan ini adalah sebagian kecil dari pertanyaan yang sering timbul dalam usaha pemeliharaan kelinci dan masih banyak lagi pertanyaan lain yang dapat kita temui yang mungkin sampai sekarang masih banyak diantara para pecinta kelinci belum menemukan jawabannya dengan pasti. Sebagaimana layaknya hewan peliharaan lainnya kelinci juga membutuhkan perhatian dari pemiliknya. Dalam tulisan ini ada beberapa hal yang menurut saya perlu di ketahui dan di pahami terlebih dahulu sebelum anda memutuskan untuk memelihara kelinci sebagai hewan peliharaan. Beberapa hal yang saya jabarkan berikut saya rasa cukup sebagai awalan yang baik jika anda ingin sukses memelihara kelinci baik untuk skala besar maupun hanya sebagai hewan klangenan (kesayangan). 


1. Sikap Mental 
Sikap mental pemelihara jauh lebih penting dibandingkan faktor lain yang dibutuhkan dalam memelihara kelinci baik untuk peternakan maupun untuk sekedar hobby. Jika ingin memelihara kelinci (termasuk juga hewan lainnya) maka seorang peternak perlu memiliki sifat berikut: 
a. Penyayang
 
Sifat ini mutlak di miliki oleh peternak terutama sekali jika anda yang berhubungan langsung dengan pemeliharaan. Kasih sayang yang dimaksud disini adalah kesediaan dan kerelaan untuk menjadikan kelinci sebagai bagian dari ”hidup”, dikatakan demikian karena kelinci tergolong hewan yang mampu hidup tahunan. Karenanya sepanjang hidupnya itulah peternak harus memberikan perhatian dan kasih sayang yang baik pada hewan peliharaannya. Dengan perhatian dan kasih sayang maka peternak biasanya lebih ”peka” untuk mengetahui apa yang di butuhkan kelinci peliharaannya, sehingga hampir dapat dipastikan kelinci peliharaan mereka dapat berkembang dengan baik. 
b. Pembersih
 
Perlu diketahui bersama bahwa kelinci termasuk hewan yang sangat peka dengan kebersihan, berdasarkan pengalaman penulis diperkirakan 80 % penyakit kelinci disebabkan karena kondisi kandang yang kotor. Hampir dapat dipastikan kelinci peliharaan tidak akan bertahan lama jika kandang pemeliharaan jauh dari kesan bersih (Pada tulisan yang lain saya akan coba membantu menjabarkan secara khusus pengalaman penulis mengenai ”Kandang Sehat” untuk Kelinci. 
c. Konsisten
 
Kelemahan rata-rata masyarakat kita adalah sulit menjaga konsistensi dalam hampir segala hal, dan cenderung untuk menurunkan standard yang telah di tetapkan sejak awal. Kebanyakan peternak (termasuk pemelihara kelinci dalam jumlah sedikit) sangat getol memelihara kelinci pada awal pemeliharaan, dan sayangnya kebanyakan juga tidak bisa mempertahankan konsistensi ini. Ketika masuk pada tahun kedua atau ketiga bahkan kegetolan memelihara kelinci ini hanya bertahan beberapa bulan saja karena alasan bosan, capek dan alasan lain yang dipergunakan sebagai pembenaran. 
d. Mau belajar.
 
Pemeliharaan kelinci memaksa kita untuk belajar lebih banyak mengenai teknik-teknik pemeliharaan yang baik. Buku dan berbagi pengalaman dengan sesama peternak adalah cara-cara yang paling efektif untuk meningkatkan pengetahuan kita memelihara kelinci.Terkadang pengalaman praktis sangat membantu mengatasi kendala dalam pemeliharaan kelinci, namun jika kurang didasari oleh pengetahuan teoritis tentunya juga akan berakibat kurang baik bagi hewan peliharaan kita. Sikap mau belajar penting peranannya dalam memelihara kelinci, dapat anda bayangkan apa jadinya jika peternak tidak mau untuk belajar meningkatkan pengetahuan mengenai ternaknnya (kenyataannya keberadaan kelinci di Indonesia sudah lama, namun hingga kini hanya ada sedikit peternak di indonesia yang namanya cukup dikenal dengan baik). 

2. Persiapan kandang
 
Kandang sangat penting bagi kelinci, baik itu untuk kelinci peliharaan sebagai hiburan ataupun untuk kelinci peliharaan untuk tujuan komersil. Kandang kelinci sebaiknya di sesuaikan dengan jenis kelinci. Di toko hewan saat ini sudah tersedia kandang khusus untuk kelinci jika anda tidak ingin repot repot untuk membuatnya. Tapi saran saya sebaiknya anda harus membuat sendiri kandang bagi kelinci anda karena kandang yang tersedia di toko hewan hanya bersifat mengurung kelinci agar tidak berkeliaran tapi tidak di design untuk melindungi kelinci dari panas, hujan, angin dan gangguan lainnya. Berikut beberapa syarat kandang kelinci yang baik terutama jika kelinci peliharaan anda menghabiskan waktu sepanjang hari di dalam kandang. 
a. Sesuaikan ukuran kandang dengan jenis kelinci yang akan anda pelihara.
 
Kandang kelinci yang terlalu sempit sangat rentan dengan tercampurnya tempat buang kotoran dan tempat tidur kelinci yang seringkali dapat memicu timbulnya penyakit. Karena sifatnya yang pembersih, kelinci biasanya tidak suka buang kotoran berpindah tempat dan kelinci pada umumnya memiliki tempat favorit untuk buang kotoran di salah satu bagian kandang. 
b. Kandang kelici harus mudah di bersihkan. 

Alas kandang kelinci harus memiliki celah agar kotoran dan sisa makanan tidak menumpuk. Jika anda ingin membuat kandang bertingkat sebaiknya didesign agar sisa makanan dan kotoran tidak mengenai kelinci yang ada di kandang bagian bawah.buatlah pintu kandang agar bisa terbuka dan tertutup dengan leluasa sehingga bagian bagian sudut kandang dapat dibersihkan dengan sempurna. 
c. Kandang kelinci harus kokoh. 

Kelinci memiliki kebiasaan mengerat hal ini disebabkan karena gigi kelinci tumbuh sepanjang tahun. Anda bisa saja menggunakan kayu atau bambu untuk membuat kandang, hanya saja kayu yang di pergunakan harus kayu yang keras seperti bangkirai atau bahkan ulin. Jika anda menggunakan bambu sebaiknya menggunakan bambu yang tua dan tidak mudah makan oleh kumbang pemakan kayu. (kumbang ini biasanya memliki panjang setengah centimeter dan berwarna coklat kehitaman). Orang pedesaan biasanya merendam bambu yang sudah di belah belah di dalam air selama beberapa waktu, hanya saja saya sendiri kurang paham berapa waktu yang dibutuhkan untuk proses perendaman ini. Konon waktu perendaman bisa memakan waktu hingga satu bulan. Kandang kelinci juga dapat dibuat dari bahan besi atau alumunium, bahan ini tentu saja biayanya lebih mahal daripada menggunakan kayu atau bambu namum memiliki ketahanan hingga tahunan. 
d. Kandang kelinci harus aman. 

Kandang kelinci harus mampu melindungi kelinci dari hujan, panas maupun angin kencang. Kelinci merupakan hewan yang tahan cuaca dingin namun sangat rentan pada angin. Kelinci mudah terserang penyakit atau gangguan yang berhubugan dengan perut ataupun pencernaan. Agar kelinci anda tidak mengalami kembung sebaiknya anda benar benar memperhatikan masalah ini, karena kembung pada kelinci dapat berakibat fatal yang membawa kematian. 
e. Kandang kelinci harus nyaman.
 
Kandang kelinci sebaiknya berada dilokasi yang nyaman, jauh dari gangguan hewan lain terutama anjing dan kucing. Kedua hewan ini seringkali menyebabkan kelinci merasa terancam terutama sekali apabila kelinci anda sedang beranak yang tentunya akan sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup anak anaknya. Induk kelinci yang stress seringkali tidak mau menyusui anak anaknya bahkan tidak jarang pula induk kelinci justru memakan anak anaknya sendiri (kanibal). Jauhkan kandang kelinci dari kondisi lingkungan yang ramai dan jauh dari lalu lalang orang. keberadaan orang lain selain peternak atau orang yang biasa dilihat kelinci peliharaan kita biasanya dapat mengakibatkan stress karena takut atau merasa terancam (terutama kelinci hamil dan melahirkan). Jika anda memiliki hewan ternak lainnya usahakan agar kandang kelinci tidak terlalu dekat dengan kandang hewan lainnya. selaindapat menularkan penyakit pada kelinci suara hewan-hewan tersebut dapat mengganggu kelinci peliharaan. 

3. Kesediaan pakan
 
Jika anda tidak pernah memelihara kelinci atau masih belum mengetahui jenis makanan apa saja yang baik untuk kelinci ada baiknya anda juga belajar atau mencari tahu jenis pakan apa saja yang baik untuk kelinci peliharaan anda nantinya. Beberapa rekan saya yang pernah memelihara kelinci untuk hiburan hanya tahu bahwa makanan kelinci hanyalah sayuran (kangkung, kol, wortel) dan buah buahan. Sepenuhnya pendapat ini tidak salah dan juga tidak sepenuhnya benar, sebab pakan kelinci jika tidak diimbangi oleh nutrisi yang seimbang tentunya berakibat pada rentannya kelinci dari gangguan penyakit. (pakan kelinci juga akan saya bahas tersendiri dalam blog ini). 

4. Pemilihan bibit kelinci
 
Pengetahuan pemilihan bibit yang baik sangat penting agar anda tidak merugi atau kecewa karena bibit yang anda miliki ternyata cacat atau mati pada saat anda pelihara. Saran saya sebaiknya anda membeli bibit kelinci pada peternak atau breeder yang benar benar dapat dipercaya dan bukan hanya memlihara kelinci semata mata untuk mencari keuntungan tetapi lebih pada breeder yang bertujuan menciptakan bibit bibit kelinci unggul. Breeder seperti ini tentunya sangat perhatian dengan kulitas kelinci kelinci yang dimilikinya, dan tentunya lebih mengutamakan kualitas daripada keuntungan. Demikianlah 4 hal utama yang harus anda perhatikan sebelum memelihara kelinci, kesemuanya ini merupakan pengalaman pribadi penulis dalam memelihara kelinci. harapan saya adalah dengan berbagi pengalaman seperti ini dapat saling memberi inputan dan masukan yang berguna bagi perkembangan perkelincian INDONESIA. Selamat mencoba.......