Rabu, 20 Maret 2013

Pertumbuhan Anak Kelinci

Beberapa buku tentang kelinci menuliskan bahwa hampir 30% kematian anak anak kelinci terjadi pada umur kurang dari 2 bulan dan 10 % nya terjadi pada umur di bawah 3 bulan. fakta ini menunjukan betapa pentingnya masa masa ini bagi kelangsungan hidup anak-anak kelinci. Tentunya kita akan sangat kecewa jika sampai pada masa ini anak anak kelinci harus mati, bahkan dengan penanganan yang tidak tepat bisa saja terjadi kenaikan persentasi kematian anak kelinci meningkat menjadi lebih dari 80%. 
Kelinci pada dasarnya hewan yang sangat produktif dan dapat berkembang biak dengan pesat, sekali melahirkan seekor induk kelinci mampu menghasilkan 4 hingga 12 ekor anak per kelahiran. Jika dalam setahun seekor induk beranak hingga 4 kali maka dalam setahun seekor indukan mampu menghasilkan 24 ekor anak dengan asumsi rata rata 6 ekor anak per kelahiran. 

Sayangnya potensi kelinci yang besar ini kurang diimbangi dengan pengetahuan pemeliharaan yang baik sehingga ternak kelinci di Indonesia masih sangat tertinggal. Namun demikian beberapa daerah di tanah air perkembangan peternakan kelinci sudah mengalami kemajuan dan cukup berkembang, kita sebut saja Bandung, Magelang, Semarang, Yogyakarta, Klaten, dan Batu. Beberapa peternak yang sudah memiliki nama dan pengalaman yang mumpuni di kota kota tersebut juga mulai menularkan virus pengetahuan mereka dalam hal pemeliharaan kelinci dengan mengadakan pelatihan. 

Beberapa kontes kelinci kini mulai sering dilakukan untuk mengenalkan kelinci lebih jauh kepada masyarakat. Hasilnya ternyata jumlah dan minat pengunjung tidak kalah hebatnya dengan kontes anjing yang lebih sering diadakan. Ini juga menunjukan peternak tanah air kini sudah mulai menunjukan kepiawaiannya dalam melakukan pemeliharaan dan menciptakan bibit bibit kelinci yang dapat diandalkan.

Dalam tulisan kali ini saya mencoba untuk sedikit berbagi pengalaman seputar perawatan anak anak kelinci, dengan harapan perkelincian di tanah air bisa terus berkembang, tidak hanya di pulau jawa saja tetapi juga bisa berkembang di pulau-pulau lain di tanah air.
dalam tulisan kali ini saya hanya akan membahas mengenai anak kelinci mulai dari lahir hingga mereka mulai belajar mandiri untuk makan. 

Perhatian Selama Masa Kehamilan Induk Kelinci
Ada sebagian orang yang menganggap kelinci merupakan hewan yang tidak pandai dalam merawat anak anaknya,beberapa hal yang sering dikeluhkan adalah:
1. Induk tidak mau menyusui.
2. Induk kelinci tidak pandai menjaga anak-anaknya.
3. Anak anak kelinci mati terinjak induknya.
4. Induk kelinci memakan anaknya(kanibal).
5. Induk kelinci selalu berada di luar sarangnya sehingga tidak pernah mengasuh anaknya.

Di habitat alamnya kelinci membuat sarang di dalam tanah, mereka biasanya mencari daerah yang terlindungi dari hujan dan biasanya juga selalu mencari lingkungan sarang yang tersembunyi. Ketika kelinci hamil biasanya akan mulai memisahkan diri dari kelompoknya dan segera menggali lobang di tanah untuk bersarang, sarang ini bisa berjarak hingga 2 meter ke dalam tanah. Hal ini menunjukan kelinci sangat memperhitungkan keamanan, kenyamanan dan keselamatan anak anaknya bukan hanya dari pemangsa tetapi juga dari kelompoknya. Dengan demikian kita juga perlu menciptakan kondisi kandang sesuai dengan kebutuhan kelinci ketika mereka berada di alam bebas. 

Kelinci yang hamil sebaiknya segera di pisahkan dari kelinci lainnya, selain memudahkan pengontrolan hal ini juga dilakukan untuk memberikan perhatian dan asupan makanan yang baik bagi calon anak-anaknya. Asupan makanan yang baik sangat berpengaruh terhadap kesehatan anak anak kelinci, sehingga mereka dapat lahir dengan bobot badan yang cukup, tidak cacat dan lahir pada masanya (28-31 hari). Asupan makan yang baik juga membantu induk mempertahankan stamina dan kemampuan merawat anak-anaknya.

Pada usia kehamilan 25 hari sebaiknya kotak khusus beranak dapat di masukkan kedalam kandang. Ini penting untuk dilakukan mengingat kelinci suka menandai daerah teritorialnya, jadi pada saat melahirkan nanti sang induk tidak lagi asing dengan keberadaan kotak tersebut. kita harus membantu induk kelinci dengan menempatkan rumput kering kedalam kotak agar rumput makannanya yang masih basah tidak di bawa masuk induk kelinci. kondisi kandang yang nyaman mendorong induk kelinci untuk mau beranak dalam kotak sarang yang di sediakan.

Jika kelinci sudah mulai gelisah dan mencabuti bulu bulu di sekitar dada dan perutnya ini menandakan kelinci akan melahirkan kurang dari 3 hari, bahkan tidak jarang ini dilakukan beberapa jam sebelum kelahiran. Biarkan saja hal ini berlangsung karena ini sudah merupakan insting seekor induk ketika mempersiapkan kelahiran anaknya. waspadai jika kelahiran anak anak kelinci pada malam hari sehingga kita perlu memastikan tidak ada hewan predator yang mengganggu. Kehadiran hewan pengganggu biasanya di picu karena bau amis dari darah kelinci yang melahirkan dan juga sisa makanan kelinci di dalam kandang.

Anda perlu melakukan pengecekan kondisi anak anak kelinci yang baru di lahirkan 1-2 hari kemudian (pada masa ini induk biasanya sudah tenang dan mampu mentoleransi kegiatan manusia (peternak) di sekitar kandangnya). pastikan bahwa kesemua anaknya tidak ada yang mati karena jika sampai menjadi bangkai sang induk tidak akan mau menyusui semua anak anaknya.

Anak kelinci umur 3 hari
Anak-anak kelinci pada umur kurang dari seminggu masih terlihat sangat lemah, mereka biasanya bergerombol di dalam selimut bulu induknya untuk mencari kehangatan. Anak anak kelinci sangat suka tidur bergerombol saling tumpang tindih, namun anda tidak perlu khawatir bahwa anak-anak kelinci anda mati jika melihat kondisi seperti ini. Satu hal yang arus anda ingat adalah jangan pernah memegang anak-anak kelinci tersebut dengan tangan kosong, karena hampir 90% induk tidak akan menyusui anak anaknya jika sudah berbau tangan manusia. Gunakan kain atau tissue jika memegang anak kelinci terutama untuk anak-anak kelinci di bawah umur 4 minggu. 

Meskipun anak anak kelinci dapat dipegang dengan menggunakan kain atau tissue saya sangat tidak menganjurkan jika kegiatan ini anda lakukan tanpa ada tujuan yang jelas (hanya sekedar ingin tahu atau memuaskan rasa penasaran ), sebab induk kelinci yang merasa terganggu dan stres akan mogok menyusui bahkan jika merasa terancam sang induk bisa menjadi kanibal memakan anak-anaknya sendiri. 

Catatan khusus: induk kelinci hanya menyusui anak-anaknya pada saat-saat tenang, dan biasanya dilakukan pada malam hingga pagi hari. Dalam sehari kegiatan induk dalam menyusui dilakukan paling banyak hanya 2 kali saja, dan ini sudah sangat cukup bagi perkembangan pertumbuhan anak-anaknya. 

Anak kelinci umur 10 Hari
Anak-anak kelinci pada umur 10 hari sudah mulai ditumbuhi bulu dan coraknya sudah mulai terlihat jelas. Pada umur ini anak-anak kelinci sudah mulai dapat berjalan namun masih terlihat sempoyongan. Pada umur 15 hari kelopak mata anak anak kelinci sudah mulai terbuka, pemberian pakan rumput muda yang dilayukan sudah dapat diberikan dalam jumlah yang sangat sedikit untuk menghindari anak anak kelinci mengkonsumsi rumput kering, bulu dan material lain yang ada di dalam kotak sarang mereka. Pada umur ini anak-anak kelinci mulai menunjukkan nafsu makan yang rakus dan selalu merasa lapar. 

Anak kelinci umur 25 hari
Pada umur ini anak-anak kelinci sudah dapat berjalan dan mulai keluar dari dalam kotak sarangnya, ini merupakan masa berbahaya dan kondisi kandang harus benar benar diperhatikan kebersihan dan keamanannya. Kasus yang sering terjadi adalah anak-anak kelinci sudah mulai ikut makan bersama sang induk dan ini biasanya menimbulkan masalah seperti: makan terlalu banyak padahal sistem pencernaan mereka belum terlalu kuat (pemberian pakan pada induk harus juga di sesuaikan dengan kondisi anak-anaknya yang mulai belajar makan), Anak-anak sudah mulai bisa mengejar induknya pada saat lapar dan haus untuk mendapatkan air susu sehingga bisa mengakibatkan anak-anak kelinci terinjak induk (pada umur ini induk sudah mulai kewalahan dengan perilaku anaknya sehingga cenderung menghindari kejaran anak-anaknya), udara diluar kotak sarang lebih dingin dari pada udara di dalam kotak sarang sering mengakibatkan anak-anak kelinci terkena kembung (pada saat udara dingin dan malam hari ada baiknya tercipta kondisi kandang yang hangat), alas kandang yang terlalu lebar jarak pembuangan kotoran dapat mengakibatkan kaki anak kelinci terperosok dan bisa berakibat cedera (sediakan alas khusus untuk anak anak kelinci seperti pada gambar yang saya sertakan). 

Anak kelinci belajar makan
Anak-anak kelinci pada umur 2 minggu keatas sudah mulai belajar makan, namun demikian disarankan agar pemberian makan hanya rumput muda agar mudah di cerna, selain itu pemberian pakan juga tidak boleh berlebih karena selain organ pencernaan masih belum kuat, anak-anak kelinci sampai umur 60 hari asupan gizinya masih tergantung dari air susu induknya. Pada umur 30 hari anak-anak kelinci sudah mulai dapat dipisahkan dari induknya secara bertahap. Untuk tahap awal pada pagi hari anak anak kelinci dapat dipisahkan beberapa jam dari sang induk, kegiatan seperti ini bisa dilakukan hingga beberapa hari. Tahap selanjutnya anak anak dapat dipisahkan hingga sore hari dan kegiatan ini bisa dilakukan selama satu minggu. Tahap ketiga pisahkan anak kelinci selama sehari dan pertemukan dengan induknya hanya beberapa jam, jika sang induk mulai menolak anak-anaknya dapat dibantu dengan mendekatkan anak pada induk sambil memberikan sedikit belaian kepada induk dan anak-anaknya. Hal ini dilakukan agar anak tidak merasa dibenci sang induk tetapi lebih karena tuntutan keadaan agar anak anaknya mandiri. Lakukan tahap ini sampai sang anak benar-benar mulai mandiri dan mulai bisa melupakan induknya. Pada tahap terakhir anak anak kelinci sudah harus dapat dipisahkan dan mulai diletakkan pada kandang tersendiri untuk kelinci lepas sapih hingga berumur 3-4 bulan. Kelinci pada masa lepas sapih harus benar benar terjamin asupan makannya karena mereka sudah tidak lagi menyusui sehingga perkembangan pertumbuhannya murni tergantung dari asupan pakan yang diberikan. Catatan Khusus: Pemisahan anak-anak kelinci dari induknya pada masa transisi sebaiknya tidak dilakukan pada malam hari hal ini selain untuk menghindari udara dingin juga memudahkan melakukan pengontrolan pada kondisi sang anak.